in Fundamental by yeremia
Jum’at, 1 April 2016:
Jam 08:45 WIB: indeks Caixin Manufacturing PMI China bulan Maret 2016 (Berdampak tinggi pada AUD dan NZD)
Indeks Manufacturing PMI versi Markit atau yang sekarang disebut dengan indeks Caixin ini adalah estimasi indeks PMI yang dibuat berdasarkan hasil survey terhadap 430 purchasing manager di seluruh China mengenai kondisi ekonomi dan bisnis saat ini hingga didapatkan gambaran prospek perekonomian kedepan. Parameter yang disurvey adalah produksi, new orders, harga, pengiriman, persediaan dan tenaga kerja. Indeks ini sering dianggap sebagai leading indicator. Angka rilis diatas 50.0 menunjukkan aktivitas sektor manufaktur sedang tinggi, dan rilis dibawah angka 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi.

Sejak bulan Maret 2015 lalu indeks Markit Manufacturing PMI China berada dibawah angka 50.0. Bulan Pebruari lalu berada pada angka 48.0, lebih rendah dari perkiraan 48.4 dan yang terendah sejak September 2015. Untuk bulan Maret 2016 diperkirakan indeks Manufacturing PMI akan tetap pada angka 48.3. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan AUD dan NZD menguat.

Jam 15:30 WIB: indeks Manufacturing PMI Inggris bulan Maret 2016 (Berdampak tinggi pada GBP)
Angka indeks ini dibuat dan dirilis oleh Markit setiap bulan. Indeks PMI (Purchasing Managers’ Index) untuk sektor manufaktur ini didasarkan pada 5 indikator utama yaitu: produksi, ketersediaan produk (inventory), aktivitas pengiriman (delivery), jumlah pesanan (orders) dan jumlah tenaga kerja. Di Inggris indeks ini dibuat berdasarkan hasil survey terhadap 600 purchasing manager mengenai kondisi ekonomi dan bisnis saat ini hingga didapatkan gambaran prospek perekonomian kedepan. Oleh karena itu indikator ini penting bagi investor dan para pelaku bisnis dan sering dianggap sebagai leading indicator. Angka rilis diatas 50.0 menunjukkan aktivitas sektor manufaktur sedang tinggi, dan rilis dibawah angka 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi.

Sejak Desember 2013 indeks Manufacturing PMI Inggris selalu berada diatas angka 50.0, menunjukkan tingkat kepercayaan pelaku sektor ini terhadap prospek perekonomian Inggris. Bulan Pebruari lalu indeks berada pada angka 50.8, lebih rendah dari perkiraan 52.3 dan yang terendah sejak April 2013 akibat tekanan deflasi dan pertumbuhan output di sektor consumer goods yang rendah. Untuk bulan Maret 2016 diperkirakan indeks akan kembali naik ke angka 51.4. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

Jam 16:00 WIB: data tingkat pengangguran kawasan Euro bulan Pebruari 2016 (Berdampak medium pada EUR)
Indikator ini mengukur persentasi jumlah tenaga kerja yang sedang tidak bekerja tetapi aktif mencari pekerjaan, dibanding dengan jumlah tenaga kerja total selama periode waktu sebulan. Bagi kawasan Euro indikator ini relatif kurang berdampak karena beberapa data tingkat pengangguran negara-negara dalam kawasan telah dirilis sebelumnya, kecuali jika hasil rilisnya terjadi revisi sehingga menyimpang jauh dari perkiraan pasar.

Sejak Maret 2014 tingkat pengangguran di kawasan Euro terus turun. Bulan Januari 2016 lalu berada pada angka 10.3%, lebih rendah dari perkiraan 10.4% dan yang terendah sejak bulan Agustus 2011. Diantara negara-negara di kawasan, pengangguran tertinggi ada di Yunani (24.6%) dan Spanyol (20.5%), sedang yang terendah ada di Jerman (4.3%), Republik Ceko (4.5%) dan Malta (5.1%). Untuk bulan Pebruari 2016 diperkirakan tingkat pengangguran akan tetap pada angka 10.3%. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan EUR.

Jam 19:30 WIB: data Non Farm Payrolls AS bulan Maret 2016 (Berdampak tinggi pada USD)
Data Non-Farm Payrolls (NFP) yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS ini mengukur perubahan jumlah tenaga kerja diluar sektor pertanian selama periode sebulan lalu. Data ini merupakan indikator awal bagi pengeluaran konsumen dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Bulan Pebruari lalu NFP bertambah 242,000 job, lebih tinggi dari perkiraan yang akan bertambah 195,000 job dan juga lebih tinggi dari bulan Januari yang 172,000 job (revisi dari data sebelumnya yang bertambah 151,000 job), sementara rata-rata pertambahan job dalam 3 bulan terakhir adalah 228,000 job per bulan.

Dalam bulan Pebruari 2016 pertambahan lapangan pekerjaan terbanyak ada di sektor pelayanan kesehatan, perdagangan retail, jasa layanan di restaurant dan cafe serta jasa layanan pendidikan privat. Untuk bulan Maret 2016 diperkirakan NFP akan kembali bertambah 206,000 job. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

Jam 19:30 WIB: data upah rata-rata per jam di AS bulan Maret 2016 (Berdampak tinggi pada USD)
Data yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS setiap bulan ini mengukur perubahan upah rata-rata per jam (Average Hourly Earnings) di seluruh negara bagian AS diluar industri pertanian. Rilis data berupa persentase perubahan rata-rata upah dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Upah selalu dikaitkan dengan besaran inflasi guna memperkirakan tingkat biaya hidup.

Bulan Pebruari lalu upah rata-rata per jam di AS turun 0.1% (atau -0.1%), lebih rendah dari perkiraan yang akan naik 0.2% dan merupakan penurunan pertama dalam setahun terakhir. Jika dibandingkan dengan bulan Pebruari setahun yang lalu (year over year atau y/y), upah rata-rata per jam di AS naik 2.2%. Untuk bulan Maret 2016 diperkirakan tingkat upah rata-rata per jam akan kembali naik 0.2%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

Jam 19:30 WIB: data tingkat pengangguran di AS bulan Maret 2016 (Berdampak tinggi pada USD)
Indikator ini mengukur persentasi total tenaga kerja produktif yang sedang tidak bekerja dan aktif mencari pekerjaan. Meski dianggap sebagai indikator lagging, tetapi jumlah pengangguran akan berdampak pada pengeluaran konsumen, jumlah tenaga kerja dan tingkat kepercayaan. The Fed selalu memperhatikan indikator ini.

Sejak bulan Desember 2013 tingkat pengangguran AS cenderung terus menurun dan bulan Pebruari 2016 lalu berada pada angka 4.9%, sesuai dengan perkiraan dan sama dengan bulan Januari. Angka pengangguran ini adalah yang terendah sejak April 2008, sementara tingkat partisipasi berada pada angka 62.9%, lebih tinggi dari Januari yang 62.7%. Untuk bulan Maret 2016 diperkirakan tingkat pengangguran di AS akan tetap pada angka 4.9%. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

Jam 21:00 WIB: indeks Manufacturing PMI AS versi Institute for Supply Management (ISM) bulan Maret 2016 (Berdampak tinggi pada USD)
Indeks ini sama dengan yang dirilis oleh Markit untuk Manufacturing PMI, hanya saja datanya bersumber dan dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) yang khusus dibuat untuk AS. Di AS indikator ini lebih berdampak dari yang dirilis Markit. Dibuat berdasarkan survey terhadap 400 purchasing manager di AS mengenai kondisi bisnis saat ini termasuk output produksi, ketersediaan produk, aktivitas pengiriman, jumlah pesanan dan jumlah tenaga kerja. Angka rilis diatas 50.0 menunjukkan ekspansi di sektor manufaktur dan dibawah angka 50.0 menunjukkan kontraksi. Dalam prakteknya indeks ini dianggap cukup akurat untuk memprediksi output sektor manufaktur di AS.

Bulan Pebruari lalu indeks ISM Manufacturing AS berada pada angka 49.5, lebih tinggi dari perkiraan 48.5 dan yang tertinggi sejak September 2015 akibat naiknya indeks produksi, indeks employment dan indeks harga, sementara indeks new orders tetap. Untuk bulan Maret 2016 diperkirakan indeks ISM Manufacturing PMI akan kembali naik ke angka 50.8 yang menunjukkan ekspansi. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

Jam 21:00 WIB: indeks kepercayaan konsumen AS versi University of Michigan (UoM) bulan Maret 2016 (Final) (Berdampak medium-tinggi pada USD)
Data yang dirilis oleh University of Michigan (UoM) setiap bulan pada Jum’at terakhir ini mengukur kepercayaan konsumen terhadap kondisi bisnis dan keuangan di AS. Indeks kepercayaan konsumen UoM adalah salah satu yang selalu diperhatikan investor disamping indeks Conference Board (CB) Consumer Confidence.

Data ini dibuat berdasarkan survey terhadap 500 konsumen mengenai kondisi perekonomian AS saat sekarang dan waktu yang akan datang. Angka indeks ini dirilis dalam 2 versi dengan selang waktu 2 minggu, yaitu Preliminary dan Final atau revised. Indeks Preliminary dirilis lebih awal sehingga cenderung lebih berdampak, namun jika pada rilis selanjutnya terjadi revisi yang jauh dari perkiraan maka akan berdampak tinggi juga.

Indeks preliminary bulan Maret 2016 yang dirilis pada 18 Maret lalu menunjukkan angka 90.0, lebih rendah dari perkiraan 92.1 dan yang terendah sejak bulan Oktober 2015 akibat turunnya indeks consumer expectations dari 81.9 ke 80.0 dan indeks current economic conditions yang turun dari 106.8 ke 105.6. Untuk indeks final bulan Maret 2016 diperkirakan akan naik ke angka 90.6. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.