in Berita Pasar by yeremia
Di samping itu, pagi tadi Jepang merilis laporan mengenai neraca berjalan yang menghasilkan angka surplus. Pengukuran terluas menyebutkan perdagangan Jepang mencapai surplus hingga 2.43 Triliun Yen pada bulan Februari, surplus terbesar sejak bulan Maret tahun lalu. Perkiraan Bloomberg menyebut surplus Jepang akan mencapai 2.03 triliun Yen saja.

Kombinasi antara lemahnya impor energi, kenaikan pemasukan investasi dari perusahaan-perusahaan luar Jepang, serta banyaknya wisatawan asing yang masuk Jepang menjadi faktor yang berkontribusi pada peningkatan surplus neraca berjalan kali ini. Namun demikian, sektor pariwisata agaknya akan segera terancam bersama dengan sektor ekspor sehubungan dengan penguatan mata uang Jepang yang sudah mencapai hampir 11 persen tahun ini.

Pemerintah Sadar Adanya Dampak Negatif
Yen menggenapkan kenaikan dalam enam hari terakhir setelah menghimpun perolehan sebanyak 1.7 persen terhadap Dolar AS hingga Kamis kemarin. Yen sudah mengungguli Dolar AS hingga lebih dari 10 persen tahun ini. “Kami mengawasi pasar forex dengan penuh ketegangan, dan kami akan mengambil kebijakan yang sesuai,” kata Yoshihide Suga, Kepala Sekretariat Kabinet Jepang, dalam konferensi pers yang dikutip oleh Financial Times. “Pemerintah meyakini bahwa pergerakan nilai tukar yang kacau saat ini berdampak negatif,” lanjutnya.

z?s=USDJPY=X&t=7d Neraca Berjalan Jepang Capai Surplus Tertinggi