in Berita Pasar by heri
ilustrasi-emas-Antam-JIBI.Liputan6 Naik Signifikan, Kini Harga Emas Antam di Posisi  Rp 572.000/Gram
Laju harga emas batangan atau Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini naik Rp 6.000/gram. Sementara harga pembelian kembali atau buyback naik Rp 4.000/gram.

Berdasarkan situs perdagangan Logam Mulia Antam, Rabu (20/4), harga emas batangan pecahan 1 gram, hari ini dibanderol Rp 572.000/gram, lebih tinggi dibandingkan posisi kemarin Rp 566.000/gram. Sementara, harga buyback oleh emiten berkode ANTM ini juga naik menjadi Rp 524.000/gram dibandingkan posisi kemarin di Rp 520.000/gram.

Adapun harga emas Antam hari ini, secara rinci antara lain: 500 gram Rp 266.300.000, 250 gram Rp 133.250.000, 100 gram Rp 53.350.000, 50 gram Rp 26.700.000, 25 gram Rp 13.275.000, 10 gram Rp 5.380.000, 5 gram Rp 2.715.000, dan 1 gram Rp 572.000.

Tercatat, harga emas naik pada akhir perdagangan hari Selasa terbantu pelemahan dollar AS setelah rilis data ekonomi yang dibawah perkiraan. Housing starts AS turun lebih dari yang diperkirakan pada bulan Maret dan izin untuk konstruksi rumah masa depan mencapai titik terendah satu tahun, memperlihatkan beberapa pelemahan di pasar perumahan sejalan dengan tanda-tanda perlambatan tajam dalam pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama.

Dollar AS memperpanjang penurunan setelah data AS, jatuh 0,6 persen terhadap sekeranjang mata uang utama. Dollar AS telah jatuh ke posisi terendah sejak Oktober tahun lalu dalam beberapa pekan terakhir. Harga emas spot ditutup naik 1,45 persen pada $ 1,250.12 per ons. Sedangkan harga emas berjangka AS sempat menyentuh satu minggu tinggi pada USD 1,256.80 per ons dan berakhir naik 1,41 persen pada USD 1,252.40.

Pelemahan dollar AS juga memicu kenaikan logam mulia lainnya. Harga Platinum berjangka naik 4,1 persen ke level tertinggi sejak 23 Oktober di USD 1,015.70. Harga Perak berjangka naik 5,2 persen menjadi USD 17,07, tertinggi sejak Juni 2015, sebelum stabil dengan keuntungan 4,32 persen di USD 16,95. Sedangkan harga Palladium berjangka naik 2,57 persen menjadi USD 582,60 per ounce. Pedagang emas juga mengawasi komentar dari pejabat Federal Reserve untuk mengukur prospek kebijakan moneter AS.

The Fed menaikkan suku sederhana dari mendekati nol pada bulan Desember, kebijakan pertama pengetatan dalam hampir satu dekade. Sementara pasar berjangka menyiratkan ada kenaikan lebih lanjut sampai Desember, proyeksi Fed menyarankan mungkin ada dua kenaikan lebih pada akhir tahun.

Presiden Fed New York William Dudley mengatakan pada hari Senin bahwa kondisi ekonomi AS yang “sebagian besar menguntungkan” tetapi Fed tetap berhati-hati pada tingkat suku bunga. Presiden Fed Boston Eric Rosengren, bagaimanapun, mengatakan Fed ditetapkan untuk meningkatkan tingkat lebih cepat dari investor yang saat ini perkirakan.

Tiongkok sebagai konsumen atas emas meluncurkan patokan emas berdenominasi yuan pada Selasa karena negara mengambil langkah ambisius untuk mengerahkan lebih banyak kontrol atas harga logam dan meningkatkan pengaruhnya di pasar emas global. Malam nanti akan dirilis data Existing Home Sales Maret AS, yang diindikasikan meningkat. Jika ini terealisir akan berpotensi menguatkan dollar AS.

Diperkirakan pada perdagangan selanjutnya harga emas berpotensi menguat dengan pelemahan dollar AS, namun jika bursa Asia menguat dapat menekan harga emas. Malam nanti jika terealisir dollar AS menguat, akan menekan harga emas. Harga emas diperkirakan akan berada dalam kisaran Support USD 1,248.00 – USD 1,246.00. Jika harga naik akan menembus kisaran Resistance USD 1,252.00 – USD 1,254.00.