ilustrasi-emas-Antam-JIBI.Liputan6 Naik, Harga Emas Antam Kini di Posisi Rp 588.000/Gram
Laju harga jual dan beli kembali (buyback) emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini masih menjaga tren positif, usai pada perdagangan kemarin juga mengalami kenaikan. Penguatan harga emas Antam ini mengikuti jejak membaiknya harga emas dunia yang bersiap mendekati level tertinggi.

Dilansir dari situs Logammulia.com, Jumat (29/4), harga jual emas Antam yang dijual di Gedung Antam naik Rp 7.000 menjadi Rp 588.000/gram dari sebelumnya Rp 581.000/gram. Penguatan juga terjadi pada harga buyback yang bertambah Rp 4.000 menjadi Rp 526.000/gram dari posisi kemarin Rp 522.000/gram. Harga emas Antam yang dijual di Pulogadung sebesar Rp 578.000/gram dan di Gedung Sarinah sebesar Rp 588.000/gram. Harga emas di Gedung Antam sendiri untuk ukuran 2 gram dibanderol Rp 1.136.000 dengan harga per gram Rp 568.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp 1.686.000 dengan harga per gram Rp 562.000.

Tercatat, harga emas 4 gram dihargai senilai Rp 2.236.000 dengan harga per gram Rp 559.000. Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp 2.795.000 dengan harga per gram Rp 559.000. Harga emas 10 gram dijual Rp 5.515.000, dengan harga per gram Rp 551.500. Harga emas 25 gram Rp 13.650.000 dengan harga per gram Rp 546.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp 27.150.000, dengan harga per gram Rp 543.000. Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp 54.125.000, dengan harga per gram Rp 541.250. Harga emas 250 gram mencapai Rp 134.925.000, dengan harga per gram Rp 539.700, dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp 269.475.000 dengan harga per gram Rp 538.950.

Berdasarkan data Reuters hari ini, harga emas dunia mulai membaik ketika dolar Amerika Serikat (USD) masih melemah seiring kebijakan Bank Of Japan (BOJ) dan The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat). Emas di pasar spot sedikit berubah pada level USD1.265,61 per ons di pukul 00.25 GMT, setelah mendekati level tertinggi dalam satu pekan di posisi 1.269,70 kemarin.

Selama satu pekan terakhir logam tercatat mengalami kenaikan 2,7% atau menjadi yang terbesar sejak 4 Maret lalu. Penurunan USD dan euro terhadap yen lebih dari lima tahun setelah keputusan BOJ untuk menahan suku bunga negatif berimbas kepada pasar saham dan menjadikan emas sebagai pilihan investasi yang aman.

Harga Emas naik pada akhir perdagangan Kamis (29/4) setelah keputusan Bank of Japan menahan perluasan stimulus moneternya, yang mendorong penguatan yen terhadap dolar. Kenaikan juga terjadi setelah The Federal Reserve mengisyaratkan bahwa itu tidak terburu-buru untuk mengetatkan kebijakan moneter AS. The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan terbaru FOMC pada Rabu dan tetap menjaga pintu terbuka untuk kenaikan pada bulan Juni, menunjukkan sedikit tanda untuk tidak terburu-buru dalam mengetatkan kebijakan di tengah perlambatan dalam perekonomian AS.

Bank of Japan mempertahankan kebijakan moneter tidak berubah pada Kamis (28/04) tapi menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi dan harga lagi, memaksanya untuk mendorong kembali kerangka waktu untuk mencapai target inflasi 2%. BOJ memutuskan melalui skor pemungutan suara 8-1 untuk terus meningkatkan basis moneter negara sebesar 80 triliun yen (USD 718.700.000.000) tahunan melalui pembelian obligasi pemerintah dan aset berisiko, seperti dana yang diperdagangkan di bursa.

Sedangkan keputusan untuk mempertahankan suku bunga -0,1% pada skor 7-2, keputusan ini berlaku untuk pengadaan beberapa kelebihan cadangan di bank melalui lembaga keuangan. Harga emas spot naik 1,7 persen pada USD 1,266.70 per ons, sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni naik USD 18,20 per ons pada USD 1,268.60. Mata uang AS berada di bawah tekanan lebih lanjut setelah Bank of Japan menentang ekspektasi pasar untuk stimulus moneter lebih lanjut, yang meningkatkan yen. Anjloknya 3 persen pasangan dolar AS / yen adalah penurunan harian terbesar sejak Agustus 2015.