Harga minyak mentah terpantau menguat tipis di perdagangan Asia Rabu siang setelah menetap di level tertinggi tahun ini tadi malam, didorong oleh membaiknya prospek pasokan yang selama ini sangat berlimpah.

Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juni diperdagangkan pada level $ 44,56 per barel, naik $ 0,53, atau 1,2%, di sesi elektronik Globex. Brent Crude di bursa ICE Futures London naik $ 0,56, atau 1,2%, ke level $ 46,30 per barel.

Semalam, kedua tolok ukur menetap di level tertinggi sejak 10 November setelah American Petroleum Institute melaporkan persediaan minyak mentah AS berkemungkinan turun 1,1 juta barel pekan lalu. Surplus terpantau persisten di pasar fisik selama hampir dua tahun. Meskipun rally baru-baru, harga masih jauh lebih rendah dari $ 100 yang sempat diraih pertengahan 2014.

Survei dari 14 analis oleh The Wall Street Journal memperkirakan stok minyak mentah meningkat 1,7 juta barel, rata-rata, dalam pekan yang berakhir 22 April. Stok bensin diperkirakan turun sebesar 1,2 juta barel sementara minyak sulingan, yang meliputi minyak pemanas dan diesel, diperkirakan turun 100.000 barel. Data resmi dari Administrasi Informasi Energi akan dirilis malam ini.