Harga minyak mengakhiri hari Rabu sembari terus bergerak naik meski data resmi pemerintah Amerika Serikat menunjukkan adanya peningkatan besar jumlah stok minyak mentah domestiknya, sementara pusat-pusat penyimpanan minyak mulai kehabisan tempat.

Tadi malam, harga acuan minyak WTI ditutup setelah menjejaki $34.66 per barel, sedangkan Brent naik ke $36.93 barel. Ini menandai gain tiga sesi berturut-turut yang dialami minyak setelah sempat tergelincir di hari sebelumnya akibat data stok minyak AS versi API yang lebih tinggi dari perkiraan. Di sesi Asia pagi ini (3/3), harga-harga acuan minyak masih diperdagangkan di kisaran yang sama.

Stok Minyak Membubung Tinggi
Senada dengan laporan API, data stok minyak AS versi badan pemerintah Energy Information Administration (EIA) tadi malam pun menunjukkan bahwa peningkatan stok minyak mentah AS yang melebihi ekspektasi. Inventori dikabarkan meningkat 10.4 juta barel pekan lalu, jauh lebih tinggi dari perkiraan analis yang hanya memprediksi peningkatan sebanyak 2.6 juta barel. Ini berarti, total inventori minyak AS telah mencapai 518 juta barel. Padahal terakhir kali inventori melampaui level 500 juta barel adalah pada tahun 1930an.

Selain itu, dilaporkan juga bahwa inventori di pusat penyimpanan sekaligus jalur lalu-lintas transportasi minyak terbesar AS di Cushing, Oklahoma, naik sampai 66.3 barel, memenuhi 90% kapasitas penyimpanan disana.

Fokus Pada Rebound
Namun demikian, para analis dan broker yang diwawancarai oleh Wall Street Journal tadi pagi menyebutkan bahwa pasar mengabaikan gambaran buruk yang ditampilkan oleh data inventori, dan justru berfokus pada harapan akan terjadinya rebound seiring memuncaknya deadlock antara supply dan demand di pasar minyak.

Di samping itu, data EIA juga dianggap tak sepenuhnya bearish, karena dalam laporan yang sama diungkap bahwa produksi domestik AS jatuh untuk pekan keenam berturut-turut. Inventori gasolin pun menurun, menggarisbawahi harapan peningkatan demand yang kini tengah bersemi. Sementara itu, diskusi antara negara-negara produsen minyak utama untuk mewujudkan rencana pembekuan produksi pada level bulan Januari masih terus berlanjut.

c_sf_114024_261179_Cushing-oklahoma-tank-farm Minyak Mendaki Tangga Rebound Meski Data Masih Bearish