in Berita Pasar by heri
Oil-Rusia2 Minyak Masih Tertekan Data Pasokan AS
Harga minyak dunia bergerak lebih rendah pada sesi akhir hari Senin, memperpanjang penurunan pekan lalu di tengah kelebihan pasokan global dengan aktivitas perdagangan yang sangat dibatasi oleh liburan pasar di Eropa. Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun tujuh sen dan menetap di level 39,39 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Di perdagangan London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Mei, patokan Eropa, turun 17 sen menjadi ditutup pada 40,27 dolar AS per barel.

“Momentum telah pergi keluar dari pasar yang sempat bergairah (bullish) saat ini,” kata Mike Lynch dari Strategic Energy & Economic Research. “Kecuali kita mendapatkan beberapa berita bullish yang lebih serius — informasi persediaan, berita dari OPEC atau ekonomi — yang sejauh ini kami sedang tunggu.”

Harga minyak pekan lalu membukukan penurunan mingguan pertama mereka dalam satu setengah bulan terakhir. Banyak dari penurunan mencerminkan tekanan dari laporan pemerintah AS yang mengatakan persediaan minyak mentah komersial AS telah melonjak besar sebanyak 9,4 juta barel dalam pekan sebelumnya, yang menambah kekhawatiran tentang kelebihan global yang telah berjalan lama.

Sebelum itu, minyak telah pulih sejak Februari karena spekulasi bahwa negara-negara produsen utama bisa setuju untuk membekukan produksi atau mengambil beberapa tindakan guna mengekang penurunan harga. Anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan non-anggota penting yang dipimpin oleh Rusia akan menggelar pertemuan untuk membahas usulan pembekuan produksi di Doha pada 17 April.

Pasar minyak tidak mampu mempertahankan kenaikan kecil semalam karena para pedagang mulai lebih fokus pada peningkatan persediaan daripada harapan bahwa pertemuan antara sebagian besar produsen OPEC bersama Rusia dan beberapa produsen non-OPEC lain akan mengubah surplus menjadi defisit,” kata Tim Evans dari Citi Futures. Evans mengatakan bahwa berdasarkan agenda yang ditetapkan para produsen untuk pembekuan produksi pada tingkat Januari, hasil “bullish” untuk pasar tidak diantisipasi. “Kami melihat harga berpotensi mulai melemah bahkan menjelang pertemuan karena probabilitas ini mulai merosot dalam,” katanya.