Selain karena data penjualan rumah baru AS yang mengecewakan, pelemahan Dolar AS juga dipengaruhi oleh penantian terhadap hasil rapat Federal Reserve AS (FOMC) pekan ini, dimana sebagian besar analis memperkirakan The Fed tidak akan mengubah tingkat suku bunganya bulan ini berdasarkan data ekonomi dan volatilitas pasar belakangan ini. Kondisi inilah yang cenderung melemahkan sentimen Greenback. (baca juga: 5 Poin Inti FOMC Maret 2016)

Tak hanya Bank Sentral AS yang akan mengadakan rapat pekan ini, para investor juga tengah menanti pengumuman dari Bank Sentral Jepang (BoJ) pada hari Kamis esok. Lonjakan tajam USD/JPY terjadi setelah Bloomberg melaporkan bahwa BoJ sedang mempertimbangkan untuk menerapkan suku bunga negatif pada program peminjaman untuk badan-badan finansial.

Yen tumbang hingga 2.1 persen di akhir pekan lalu – yang sekaligus menjadi kejatuhan terbesarnya sejak Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda kembali menerapkan kebijakan moneter longgar setelah pada Oktober 2014 silam – pasca berita itu.

z?s=USDJPY=X&t=7d Menanti Kebijakan Dua Bank Sentral