Mata uang negara-negara berkembang (emerging market) melemah awal pekan ini, Senin. Pasca penguatan tiga pekan terbaik sejak 1998. Mengacu data indeks ukuran Bloomberg, mata uang emerging market turun 0,1 %, menyusul penurunan 0,2 % pada hari Jumat. Indeks naik 5,2 % selama tiga pekan terakhir dan mencapai level tertinggi empat bulan pada hari Kamis minggu lalu.

Ringgit Malaysia melemah 0,4 % karena minyak mentah Brent turun 0,6 % . Rand terdepresiasi 0,4 % dan peso Meksiko kehilangan 0,3 %. Mata uang tersebut sangat terpengaruh pada harga komoditas negara tersebut. Indeks Bloomberg Commodity menurun 0,2 %, memperpanjang pelemahan dari level tertinggi empat bulan pada hari Kamis minggu lalu . Sebelumnya, mengacu pada indeks ukuran greenback terhadap mata uang utama menunjukkan rebound untuk hari kedua setelah merosot ke level terendah lima bulan pekan lalu. Menyusul langkah The Fed yang mengupas outlook suku bunga di 2016.

Pasar tengah menimbang kejutan komentar Fed yang bernada dovish dan berpikir mungkin data yang di AS pada akhirnya memaksa untuk menaikkan suku bunga lebih cepat dan lebih banyak,” kata Sim Moh Siong, foreign-exchange strategist. Sementara itu, yuan melemah 0,14 %. Won turun 0,2 %. Won telah reli 6,2 % bulan ini dan menjadikan mata uang performa terbaik di Asia .