in Berita Pasar by yeremia
Peter Praet, nama pejabat tersebut, juga menyebutkan bahwa semua kebijakan ekonomi harus difokuskan untuk mencapai pertumbuhan struktural dan ketenagakerjaan yang lebih tinggi. Menurutnya, kebijakan moneter ECB belum dapat dikatakan gagal untuk meningkatkan kondisi finansial saat ini meskipun ada kemungkinan jika ekonomi Zona Euro akan memburuk jika tidak diserta dengan stimulus masif seperti yang telah dilakukan selama ini.

“Dengan menggunakan seperangkat teknik perhitungan ekonometris, kami mendapat hasil bahwa tanpa kebijakan (moneter longgar) kami (saat ini), kondisi finansial bisa jadi akan lebih tegang sekarang,” kata Praet.

Mengamini pernyataan Peter Praet itu, Wakil Presiden ECB, Vitor Constancio, yang berbicara di hadapan parlemen di Brussels, bahwa bank sentral akan melakukan apapun yang dibutuhkan untuk mencapai target inflasi.

Inflasi di Zona Euro tercatat negatif untuk keduakalinya di bulan Maret kemarin. Hal inilah yang diangkat oleh Constancio sebagai isu utama yang terburuk dan perlu diperhatikan.

“Salah satu masalah yang kita hadapi sekarang adalah adanya efek ronde kedua, maksudnya, inflasi yang negatif saat ini merupakan kontaminasi dari inflasi inti dimana kita tidak menyertakan harga energi dan makanan olahan,” kata Wakil Mario Draghi tersebut.

Menanggapi komentar para pejabat ECB tersebut, Euro pun langsung memangkas penguatannya terhadap Dolar AS. Euro menyerahkan perolehan yang sudah dihimpunnya pagi hari tadi dengan mundur dari level tinggi harian di angka 1.1454, diperdagangkan 0.16 persen lebih rendah ke angka 1.1380.

euro-area-inflation-cpi@2x Lebih Buruk Tanpa Stimulus