in Berita Pasar by heri
Retail-Tiongkok Laba Industri Tiongkok Meningkat
Laba rata-rata industri di China periode Januari-Februari 2016 meningkat 4,8% dibandingkan periode yang sama tahun 2015. Kondisi tersebut terjadi di tengah perlambatan ekonomi yang melanda negara pemilik kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut. Biro Statistik Nasional atau National Bureau of Statistic (NBS) China seperti dilansir Reuters, Minggu, menyebutkan, jumlah total laba industri China pada dua bulan pertama tahun 2016 mencapai 780,7 miliar yuan.

Jumlah tersebut setara US$ 119,8 miliar. Pertumbuhan laba industri China tersebut juga lebih tinggi ketimbang posisi akhir Desember 2015. Saat itu, laba industri China tumbuh sebesar 4,7% dari tahun sebelumnya. Posisi pada bulan Desember 2015 merupakan posisi terendah dalam tujuh bulan terakhir sepanjang tahun 2015. Tren positif tersebut, menurut He Ping, pejabat NBS, disebabkan oleh pertumbuhan penjualan produk.

Selain itu, harga barang-barang industri yang sempat mengalami penurunan tajam kini beranjak stabil. He Ping menambahkan, mesin-mesin elektrik, bisnis pengolahan minyak serta usaha makanan dan minuman berkontribusi sangat signifikan bagi total pertumbuhan laba perusahaan China.Rendahnya harga bahan bakar merupakan salah satu faktor penting pendongkrak kinerja industri di China. Melonjaknya keuntungan pada usaha makanan ditopang oleh permintaan yang meningkat cukup besar. Kondisi ini dipengaruhi harga produk yang lebih rendah karena penurunan harga bahan baku.

Biro Statistik China selalu menggabungkan data bulan Januari-Februari demi menghindari ketimpangan data menjelang perayaan Imlek. Sebab, umumnya perusahaan di China akan meliburkan usahanya dalam periode yang cukup panjang untuk merayakan Tahun Baru China.