Dolar New Zealand menjadi mata uang terlemah di awal sesi perdagangan Senin (29/10) hari ini setelah data lokal menunjukkan hasil yang lebih lemah daripada ekspektasi. Di samping itu, kondisi ini meningkatkan spekulasi bahwa RBNZ akan memotong suku bunganya lagi beberapa bulan ke depan.

Data New Zealand Berguguran
Outlook Bisnis ANZ menunjukkan bahwa sejumlah 7 persen dari bisnis dan perusahaan di New Zealand mengaku percaya diri akan perekonomian secara umum dalam satu tahun sebelum Februari. Angka tersebut turun drastis dari 23 persen ketika survei terakhir dilakukan pada bulan Desember.

Di sisi lain, rilis data terpisah di hari Senin ini mengungkapkan data persetujuan bangunan di Australia jeblok 8.2 persen bulan ke bulan pada Januari, kemerosotan tertajam sejak bulan Agustus lalu.

NZD/USD tumbang hingga 0.82 persen ke angka 0.6571 di hari Senin waktu Wellington, dari angka 0.6627 yang tercapai di akhir pekan. Pair tersebut jeblok hingga hampir 3 persen dari puncak hari Jumat di angka 0.6773, leve terkuat mata uang tersebut sejak diperdagangkan di awal Januari. Dolar New Zealand juga diperdagangkan menurun tajam terhadap Dolar Australia dhari ini, dengan AUD/NZD yang mendaki 0.83 persen ke angka 1.0824 dari angka 1.0752.

Bersama dengan menurunnya kepercayaan bisnis di New Zealand pekan ini, survei ANZ juga mengungkapkan bahwa prediksi inflasi dan kenaikan harga turut merosot pada bulan Februari, masing-masing 5.8 poin dan 0.25 poin. Ekspektasi inflasi saat ini berada pada kisaran 1.39 persen, level terendah dalam rekor, sekaligus makin jauh daripada atrget inflais bank sentral di angka 2 persen.

Menurut ekonom ASB, Nathan Penny, data kepercayaan konsumen yang dirilis hari ini menambah beban Bank Sentral untuk mempertimbangkan pemotongan suku bunga OCR lagi. Pihak ASB memperkirakan, RBNZ akan memotonh suku bunganya lagi pada bulan Juni dan Agustus.

sf_105137_TM1456717855_nzd6 Kiwi Menyelam Bersama Kepercayaan Bisnis New Zealand