in Berita Pasar by yeremia
Emas menggelinding turun untuk tiga hari berturut-turut karena pasar ekuitas yang sudah mulai pulih mengurangi kebutuhan akan aset safe haven. Logam mulia tersebut lanjut turun hingga Selasa (160/2) siang ini di tengah sentimen pasar yang mulai berbalik dari kondisi pekan lalu.

Emas berjangka diperdagangkan turun 1.04 persen di angka $1,196.8 di pembukaan sesi perdagangan Eropa, terbenam dari level sebelumnya yang merupakan level tinggi satu tahun di angka $1,263.9 yang tampak pada pekan lalu.

Saham-saham Asia menunjukkan sentimen yang positif menguat Selasa pagi ini atau tumbuh sebanyak 3 persen dalam sepanjang sesi perdagangan tersebut. Pasar-pasar ekuitas di seluruh belahan dunia pun mulai menggeliat di hari kedua ini, sehingga para investor menjadi lebih tenang untuk kembali pada aset-aset berisiko.

Selain itu, Greenback terus menekan emas agar turun bersama dengan pertumbuhan indeks Dolar AS sebanyak 0.81 persen ke angka 96.72, sehingga membuat harga emas semakin mahal bagi para pembeli internasional.

Pukulan lain bagi harga meas adalah rilis data perdagangan China – negara konsumen emas terbesar kedua di dunia. Data menunjukkan penurunan yang cukup tajam dalam sisi impor dan ekspor, masing-masing mencapai 18.8 persen dan 11.2 persen, penurunan lebih jauh daripada yang diprediksikan oleh analis.

Emas Akan Kembali Ke $1,000
Goldman Sachs Group Inc. menyatakan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk memperdagangkan emas karena reli logam mulia tersebut ke level tingginya mulai menunjukkan perubahan menuju ke arah bearish. Menurut analis dari salah satu lembaga finansial terkemuka tersebut, emas diperkirakan akan melorot hingga ke level 1,100an per troy ons dalam waktu tiga bulan ke depan dan bahkan mencapai $1,000 per troy ons dalam satu tahun ini. Malam nanti, pasar AS mulai buka dari libur nasional President Day satu hari kemarin.

sf_145304_260192_emas_btg Kilau Emas Memudar Bersama Pulihnya Pasar Ekuitas