Perekonomian New Zealand tidak mampu menciptakan lapangan kerja yang cukup terbukti dengan naiknya tingkat pengangguran dalam 11 tahun terakhir. Kekurangan dalam pasar tenaga kerja menghambat rencana untuk menggenjot inflasi yang disusun oleh Gubernur RBNZ, Graeme Wheeler, dengan target 1-3 persen.

Menanggapi laporan tersebut, NZD/USD terdorong turun hingga 0.49 persen membentuk level rendah baru di angka 0.688. Kiwi memangkas lagi perolehan yang dikumpulkannya sejak satu pekan yang lalu dan kembali merosot sehubungan dengan mulai menguatnya Dolar AS yang ditambah dengan data pengangguran hari ini.

Data ketenagakerjaan New Zealand kuartal pertama tampil menguat, namun menunjukkan masih adanya celah dari kekurangan di masa lalu, demikian yang diungkapkan oleh Nick Tuffley, Kepala Ekonom ASB Bank di Auckland. Secara kesuluruhan, berbagai variasi tentang ketenagakerjaan New Zealand saat ini menunjukkan bahwa tekanan turun pada sektor ini masih ada. Tuffley juga memperkirakan bahwa RBNZ masih berpotensi memotong suku bunganya dua kali lagi tahun ini.

new-zealand-unemployment-rate@2x Ketenagakerjaan NZ Tidak Seimbang?