in Berita Pasar by yeremia
Mata uang-mata uang komoditas berguguran di awal sesi perdagangan Asia, Senin (18/04) pagi ini, setelah negara-negara produsen minyak global gagal mencapai kesepakatan untuk membekukan produksi minyak mereka sehingga membuat harga minyak menemui level rendah baru. Sementara itu, Yen Jepang sebagai mata uang safe-haven kembali menguat akibat fenomena ini.

Dolar Kanada dan Dolar Australia, keduanya menorehkan penurunan hingga lebih dari 1 persen terhadap Dolar AS, dengan USD/CAD di kisaran 1.2957 dan AUD/USD di kisaran 0.7594 di pembukaan pasar pagi ini. NZD/USD yang juga merupakan mata uang komoditas, ikut diperdagangkan turun sebanyak 0.16 persen di harga 0.6906 meskipun indeks CPI negara produsen susu tersebut mengalami kenaikan 0.2 persen di kuartal pertama, melebihi ekspektasi kenaikan 0.1 persen QoQ.

Arab Ngotot Iran Harus Menurut
Kesepakatan untuk membekukan produksi minyak oleh negara-negara OPEC dan non-OPEC tak menemukan titik temu pada hari Minggu kemarin setelah Saudi Arabia tetap ‘ngotot’ meminta semua negara OPEC dan produsen minyak dunia untuk bersatu mendukung kesepakatan pembekuan produksi. Jelas, negara yang dimaksud oleh Arab adalah Iran, yang kemarin absen dari pertemuan.

Iran menolak dengan tegas dan akan terus memproduksi minyak sekaligus memperkecil kemungkinan kompromi. Kedua negara ini tampaknya tak bisa melepaskan diri dari kisruh Yaman dan Suriah, padahal harga minyak mentah dunia sudah megap-megap.

“(Padahal) Ada sejumlah spekulasi menjelang pertemuan pekan ini bahwa kesepakatan untuk membekukan produksi minyak pekan ini akan tercapai.” kata analis Commonwealth Bank kepada Reuters.

Kegagalan mufakat ini membawa harga minyak mentah berjangka AS CLc1 terjun bebas 6.7 persen kembali ke harga kepala 3, tepatnya $37.68 per barelnya.

sf_093222_TM1460946558_dolar_minyak_1 Kesepakatan Pembekuan Produksi Minyak Gagal, Dolar Komoditas Terjungkal