in Berita Pasar by heri
rupiah411 Jumat Siang, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 13.197/USD
Laju nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (1/4) pagi menguat 42 poin menjadi Rp 13.197 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya pada posisi Rp 13.239 per dolar AS. Pernyataan Ketua Federal Reserve Janet Yellen yang mensinyalkan kenaikan suku bunga acuannya belum akan dilakukan dalam waktu dekat masih menjadi salah satu sentimen positif bagi pasar keuangan di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dari sisi suku bunga AS, Ketua Federal Reserve menyatakan hati-hati untuk menaikan, pernyataan itu cukup membantu dana asing kembali masuk ke dalam negeri sehingga mendorong permintaan rupiah meningkat dan menaikan nilainya terhadap mata uang lain, termasuk dolar AS. Aliran dana asing yang masuk ke dalam negeri juga seiring dengan proaktifnya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui paket kebijakan ekonomi.

Meski demikian, penguatan rupiah masih dibatasi oleh perekonomian Tiongkok yang masih terbilang melambat sehingga mengurangi kinerja ekspor Indonesia, terutama hasil komoditas. Tiongkok masih menjadi perhatian pasar, kinerja ekspor Indonesia sekitar 60 persen masih komoditas, harapan kita ke depan melalui kebijakan pemerintah yang telah dikeluarkan dapat mendorong ekspor terutama dari segi manufaktur sehingga tidak bergantung pada komoditas.

Tren inflasi tahunan yang relatif stabil juga menambah sentimen positif bagi mata uang domestik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi nasional pada Maret 2016 sebesar 0,19 persen. Dengan demikian, tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Maret) 2016 sebesar 0,62 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 4,45 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, inflasi Maret mencapai 0,19 persen. Dengan inflasi tahun kalender sebesar 0,62 persen, dan inflasi tahun ke tahun 4,45 persen. Dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yang disurvei, 58 kota mengalami inflasi dan 24 kota lainnya deflasi. Kepala BPS Suryamin menjelaskan, selama lima tahun belakangan pada Maret ini terjadi laju inflasi yang bervariasi, bisa lebih rendah dan lebih tinggi. Namun, untuk inflasi Maret ini masih cukup terkendali. Sementara itu, inflasi inti mencapai 0,21 persen, dan inflasi inti tahun ke tahun mencapai 3,5 persen.