in Berita Pasar by heri
rupiah411 Jumat Siang, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 13.169/USD
Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan siang hari ini bergerak semakin menguat tajam melanjutkan penguatan penutupan kemarin. Penguatan rupiah hari ini di tengah menguatnya USD terhadap yen meski tidak begitu besar.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp 13.169/USD. Posisi ini tercatat makin menguat dari posisi kemarin yang berada di posisi Rp 13.197/USD. Posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance pada pukul 09.45 WIB berada di level Rp13.130/USD atau jauh menguat dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.165/USD.

Sementara data Bloomberg menunjukkan rupiah juga bergerak ke level Rp 13.144/USD pada pukul 09.45 WIB dari penutupan kemarin yang berada di level Rp 13.162/USD. Berdasarkan data dari Limas, rupiah pada pukul 09.45 WIB berada di level Rp 13.145/USD. Posisi ini semakin perkasa dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp 13.197/USD.

Dilansir dari Reuters, dolar menguat tipis terhadap yen namun masih tetap mendekati posisi terendah dalam 17 bulan. Pernyataan Ketua The Fed Janet Yellen membuat investor memproyeksi bahwa kenaikan suku bunga acuan AS kemungkinan akan dilakukan tahun ini. Dolar terhadap yen naik 0,5% menjadi 108,73 setelah semalam sempat jatuh serendah di level 107,67 atau terlemah sejak Oktober 2014. Namun, masih berada di jalur penurunan tajam hingga 2,7% untuk pekan ini.

Sementara, euro terhadap yen juga tercatat naik 0,3% ke level 123,54. Meski demikian, tercatat turun 2,8% sepanjang pekan ini. Di sisi lain, euro terhadap dolar turun tipis 0,1% ke level 1,1364 setelah naik setinggi 1,1454 semalam atau tertinggi sejak Oktober tahun lalu. Indeks dolar yang melacak unit AS terhadap enam mata uang rival uatamanya, naik sekitar 0,2% ke posisi 94,619.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan semakin dalamnya pasar keuangan menjadi indikator penting negara yang sedang berkembang dan maju, karena memperlihatkan kecukupan sumber pembiayaan pembangunan dan efisiensi aliran likuditas.

Nota kesepahaman itu melibatkan OJK, Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI). Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman itu, maka terbentuk Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar Keuangan yang terdiri atas tiga lembaga tersebut. Peran dari forum itu adalah Kemenkeu, BI dan OJK akan merencanakan dan menerapkan kebijakan yang sinergis untuk pengembangan dan pendalaman sektor pasar keuangan.

Muliaman mengatakan, dengan rencana pemerintah untuk pembangunan mega infrastruktur dalam lima tahun ke depan, peran pembiayaan dari pasar keuangan akan sangat diperlukan. Saat ini, pembiayaan dari perbankan yang paling mendominasi kontribusi sektor keuangan ke pembangunan. Menurut Bank Indonesia, porsi perbankan mencapai 72% dari total pembiayaan di sektor keuangan ke pembangunan.