Topik utama di Inggris saat ini masih seputar referendum terkait dengan keanggotaannya di Uni Eropa yang akan diadakan pada tanggal 23 Juni mendatang dan hal ini berdampak sangat besar terhadap perekonomian dan mata uang Inggris.

Hampir seluruh organisasi dan badan ekonomi global dan lokal menyuarakan bahwa Brexit akan menimbulkan perlambatan dan tidak stabilnya perekonomian di Inggris. Meskipun begitu, kampanye terhadap resiko-resiko Brexit telah berkurang sedikit seiring dengan poling terakhir yang menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Inggris memilih untuk tetap mempertahankan keanggotaan Inggris di Uni Eropa. Hasil poling tersebut juga mampu membuat sterling menghapus penurunannya selama ini.

Sementara itu, dari sisi Dolar AS, indeks ISM manufacturing PMI AS juga menurun dari 51.8 menjadi 50.8 dan index services PMI AS yang juga stagnan pada 50.8. Disamping itu, dolar AS juga masih diperdagangkan di bawah tekanan sejak the Fed bertahan untuk tidak menaikkan suku bunganya dan masih mengambil langkah hati-hati terhadap kenaikan suku bunga mendatang.

z?s=GBPUSD=X&t=7d Jelang Referendum Brexit