in Berita Pasar by heri
idx5-0013 Iringi Bursa Regional, IHSG Melaju di Jalur Hijau
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini bergerak di zona hijau bersamaan dengan bursa saham Asia yang juga serempak menguat.

Pada awal perdagangan Selasa (19/4), IHSG dibuka menguat 9,96 poin (0,20%) ke 4.875,498. Mengakhiri perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 41,966 poin (0,87%) ke 4.865,534. Sementara indeks LQ45 ditutup menguat 10,299 poin (1,23%) ke 844.906.

Melanjutkan perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan berpeluang melanjutkan tren bullish menguji resisten di 4.910. Sedangkan support saat ini di 4.820. Rendahnya risiko pasar saham global dan rebound harga minyak mentah tadi malam di AS akan memberikan ruang bagi pelaku pasar kembali memburu sejumlah saham saham sektor energi dan tambang logam.

Pasar juga meyakini Bank Indonesia (BI) pekan ini akan kembali memutuskan menahan tingkat bunga acuannya pada level 6,75%. Saham sektoral yang sensitif interest-rate seperti properti dan perbankan akan mendapatkan momentum penguatannya kembali.

Di pasar uang, dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS pagi ini dibuka melemah ke Rp 13.126 dibandingkan posisi sore kemarin di Rp 13.160. Adapun kondisi bursa saham Asia pagi ini, antara lain: Indeks Nikkei 225 naik 574,31 poin (3,53%) ke 16.850,26, Indeks Hang Seng naik 185,94 poin (0,88%) ke 21.347,44, Indeks SSE Composite naik 12,77 poin (0,42%) ke 3.046,28, dan Indeks Straits Times naik 22,90 poin (0,78%) ke 2.941,35.

Di tengah sentimen negatif pasar saham kawasan Asia merespons kejatuhan harga minyak mentah, IHSG pada perdagangan kemarin berhasil melanjutkan tren bullish. Aksi beli pemodal terutama menyasar saham perbankan, infrastruktur, konsumsi, dan properti berhasil mengangkat IHSG 41,966 poin (0,87%) di 4865,534.

Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih Rp 329,7 miliar di tengah perdagangan di Pasar Reguler yang mencapai Rp 4,4 triliun. Penguatan IHSG kemarin bersifat anomali dengan pergerakan di pasar saham Asia, yang umumnya terkoreksi menyusul anjloknya harga minyak mentah hingga 6% di US$ 37,99/barel pada awal perdagangan di Pasar Asia kemarin. Kejatuhan harga minyak mentah ini merupakan reaksi atas tidak tercapainya kesepakatan pembatasan produksi pada pertemuan produsen minyak dunia Minggu sebelumnya di Doha Qatar. The MSCI Emerging Market Index pada perdagangan sore kemarin koreksi 0,3% di 844,18.

Harga minyak mentah di AS tadi malam berada di US$ 39,78/barel koreksi 1,44% setelah sempat anjlok sekitar 6%. Rebound harga minyak mentah tersebut terutama dipicu adanya pemberitaan Kuwait akan memotong produksi minyaknya hingga 1,1 juta barel per hari menjadi 3 juta barel per hari.