in Berita Pasar by heri
Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh menolak kesepakatan pembekuan produksi antara dua produsen utama Arab Saudi dan Rusia. Tak hanya itu, Bijan Zanganeh menyebut kesepakatan itu ibarat lelucon yang paling lucu. “Beberapa negara tetangga telah meningkatkan produksi mereka selama bertahun-tahun menjadi 10 juta barel per hari dan jumlah ekspor, kemudian mengatakan mari kita semua membekukan produksi minyak kita. Ini adalah lelucon yang sangat lucu,” kata Bijan Zanganeh.

Sebelumnya, Rusia dan anggota OPEC Arab Saudi, Venezuela dan Qatar telah mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan awal untuk membekukan produksi pada tingkat Januari, asalkan produsen utama lain mengikutinya. Langkah ini dalam upaya untuk menstabilkan pasar di tengah kelebihan pasokan.Berita itu memicu harapan pasar akan stabilisasi setelah harga minyak tenggelam ke level terendah 13 tahun pekan lalu, karena kelebihan pasokan terus bertahan. Tetapi, pasar masih kecewa lantaran Rusia dana anggota OPEC tidak berupaya memangkas produksinya.

Di sisi lain, Iran yang memiliki cadangan minyak mentah terbesar kedua di dunia, telah meningkatkan produksinya sejak kesepakatan dengan kekuatan Barat mengakhiri sanksi atas program nuklir kontroversialnya.