in Berita Pasar by yeremia
Harga minyak menanjak lebih tinggi pada hari Jumat ini (22/4), bersiap-siap untuk mencatat rekor kenaikan harga mingguan baru, seiring berubahnya sentimen pasar menjadi lebih optimis biarpun surplus pasokan masih berlanjut.

Harga acuan internasional Brent diperdagangkan pada $45.10 per barel, naik 1.28 persen dari harga terakhirnya. Sementara harga minyak WTI meningkat 1.45 persen ke harga $43.80 per barel. Dalam satu pekan ini, Brent telah reli sekitar 4.5 persen, sedangkan WTI sebanyak 8 persen.

Sentimen Berubah Positif
Para trader yang diwawancarai Reuters mengatakan bahwa sentimen terhadap komoditas ini telah berbalik menjadi lebih optimis, sehubungan dengan makin banyaknya investor yang menanamkan dana dalam minyak, sehingga mengangkat harga. Namun demikian, para analis masih pesimis kalau reli akan berlanjut lebih lama.

“Meskipun reli baru-baru ini memiliki potensi untuk melangkah lebih jauh ke atas…kami meyakini bahwa ini belum digerakkan oleh pergeseran fundamental yang berkelanjutan,” ungkap analis Goldman Sachs dalam catatan mereka untuk klien pada hari ini. Lebih lanjut, menurut salah satu bank terbesar dunia itu, saat ini masih prematur untuk “memeluk tembakan-tembakan hijau” tersebut.

Pasalnya, mereka berpandangan perubahan fundamental yang signifikan baru akan terjadi kuartal ketiga, meskipun telah menggeser outlook-nya terhadap komoditas ini dari “underweight” menjadi “neutral” dikarenakan berkurangnya risiko pergerakan ekstrim ke bawah.

Para Produsen Minyak AS
Faktor penggerak harga minyak lainnya adalah para produsen minyak yang berusaha memanfaatkan posisi harga yang lebih tinggi untuk mengunci produksi. Sebagaimana disampaikan oleh bank investasi kawakan asal Perancis, Natixis, “Kami memperkirakan para produsen di AS untuk mengambil setiap kesempatan untuk secara agresif melakukan hedging, segera ketika ada peluang saat harga minyak pulih dalam waktu pendek.”

Penurunan output akibat banyaknya produsen minyak yang mengurangi aktivitas produksinya, khususnya di Amerika Serikat, juga turut andil dalam menopang reli saat ini. Natixis menyatakan pihaknya mengharapkan produksi minyak jatuh sebanyak 500,000-600,000 bph tahun ini, dan turun lagi 500,000 bph tahun depan.

Meskipun demikian, semua itu masih berupa proyeksi, karena fakta menunjukkan bahwa pasar minyak mentah masih surplus sekitar 1-2 juta bph dan tanki-tanki penyimpanan di seluruh dunia dipenuhi oleh persediaan minyak yang tak terjual.

c_sf_145020_263267_Diesel-car-drivers_2176352b Investor Lebih Optimis, Pasar Minyak Bersiap Catat Rekor Tinggi Baru