in Berita Pasar by heri
idx5-0013 Investor Domestik Lepas Saham, IHSG Melambat
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah dengan koreksi 5 poin. Aksi jual dilakukan oleh investor domestik. Pada perdagangan preopening, IHSG turun 5,676 poin (0,12%) ke level 4.876,254. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 melemah 1,399 poin (0,17%) ke level 846,241.

Pada awal perdagangan, Rabu (20/4/2016), IHSG dibuka terpangkas 7,505 poin (0,15%) ke level 4.874,425. Indeks LQ45 terkoreksi 2,243 poin (0,26%) ke level 845,397. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini menguat. Dolar AS bergerak di posisi Rp 13.096 dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.145.

Indeks langsung terjerembab di zona merah sejak pembukaan perdagangan. Investor asing masih berani berburu saham di tengah merahnya pasar saham. Hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG berkurang 22,017 poin (0,46%) ke level 4.859,913. Sementara Indeks LQ45 mundur 6,040 poin (0,71%) ke level 841,600.

Kemarin sepanjang perdagangan IHSG bergerak di teritori positif, mengekor bursa saham Asia yang kompak menguat. Dana asing masuk tercatat Rp 152,699 miliar. Semalam Wall Street ditutup positif pada perdagangan Selasa. Indeks S&P 500 naik mendekati rekor barunya, didorong oleh kenaikan saham energi dan solidnya laporan keuangan dan Johnson & Johnson.

Sejumlah bursa regional pagi ini rata-rata dibuka negatif meski ada sentimen positif dari pasar saham AS. Bursa saham Jepang yang masih mampu menguat. Adapun situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini, antara lain: Indeks Nikkei 225 naik 95,73 poin (0,57%) ke level 16.970,17, Indeks Hang Seng melemah 125,58 poin (0,59%) ke level 21.310,63, Indeks Komposit Shanghai turun tipis 0,14 poin (0,01%) ke level 3.042,97, dan Indesk Straits Times berkurang 7,61 poin (0,26%) ke level 2.944,20.

Posisi utang luar negeri Indonesia per Februari 2016 tumbuh 3,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 311,5 miliar dolar AS, dipicu oleh meningkatnya pembiayaan untuk jangka panjang. Utang Luar Negeri (ULN) jangka panjang mencapai 273,2 miliar dolar AS hingga Februari 2016 atau tumbuh secara tahunan sebesar 5,8 persen, demikian dikutip dari publikasi statistik Bank Indonesia, Senin.

ULN jangka panjang memiliki porsi signifikan dalam komposisi utang Indonesia, yakni 87,7 persen dari total utang. Dari sisi peminjam, ULN Indonesia masih didominasi oleh swasta, yakni sebesar 52,8 persen dari total ULN, meskipun realisasi dari swasta terjadi penurunan secara tahunan. Posisi ULN swasta turun 0,7 persen sehingga menjadi 164,6 miliar dolar AS pada akhir Februari 2016.