dolar12 Inilah Penyebab Dollar AS Dapat Bangkit Dari Jurang 16 Bulan
Pergerakan indeks dollar sejak perdagangan sesi Asia hingga sesi Eropa konsolidasi dan sore ini terpantau masih dijalur penguatan terhadap semua rival utamanya. Pelaku pasar global memburu kembali dollar yang sebelumnya jatuh cukup dalam oleh ulah Federal Reserve saat rapat pertemuan terakhir FOMC 2 pekan lalu. Mereka beralasan fundamental rival-rivalnya sangat lemah dan mengkhawatirkan.

Berbagai peristiwa ekonomi terjadi beberapa hari terakhir terhadap beberapa negara utama yang menunjukkan mandeknya pertumbuhan ekonomi global. Di Australia, bank sentralnya memangkas suku bunganya ke level terendah sepanjang sejarah lalu di Tiongkok dilaporkan kinerja manufakturnya kembali mengecewakan.

Selain itu Komisi Eropa memangkas pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi kawasan Euro dan juga Uni Eropa yang menunjukkan kepanikan terjadi pada ekonomi kawasan Eropa. Dan sebelumnya di Jepang, pemerintah dan bank sentralnya sepakat akan melakukan devaluasi mata uangnya yang menguat secara sepihak.

Berbagai peristiwa inilah yang membuat investor perbanyak portofolionya dengan dollar AS yang bergayung sambut dengan pernyataan 2 petinggi Fed semalam. Presiden Fed Atlanta Dennis Lockhart mengatakan akan terjadi kenaikan suku bunga Fed tahun ini sebanyak 2 kali, sedangkan Presiden Fed San Francisco John Williams mengatakan akan mendukung kenaikan suku bunga pada bulan Juni selama dia melihat kemajuan lanjutan pada ekonomi, inflasi dan juga lapangan pekerjaan.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama ditengah perdagangan sesi Eropa bergerak positif dengan kenaikan 0,2 persen setelah dibuka pada posisi 93.01 dan kini bergulir pada 93,22.

Untuk rilis data service PMI dan data ADP Employment Change Amerika Serikat malam nanti diperkirakan akan menambah tenaga rally dollar yang awal pekan sempat anjlok ke posisi terendah 18 bulan terhadap yen dan 16 bulan untuk pelemahan indeks.