in Berita Pasar by yeremia
Pagi tadi, output inflasi produsen (PPI) New Zealand diumumkan dengan hasil menurun 0.8 persen untuk periode Oktober sampai dengan Desember. Indeks yang mengukur harga barang-barang setelah keluar dari gerbang pabrik tersebut sempat naik 1.3 persen di kuartal ketiga.

Sementara itu, input PPI New Zealand, mengukur perubahan harga material yang digunakan dalam proses produksi, menurun 1.2 persen dalam kuartal yang sama menyusul kenaikan 1.6 persen dalam periode sebelumnya. Kedua indeks tersebut menurun bersama dengan harga minyak dan harga produk olahan susu yang merupakan ekspor andalan New Zealand.

Reduksi yang terjadi dalam harga-harga konsumen akan menambah kemungkinan bagi RBNZ untuk memotong suku bunga, karena dampaknya adalah tekanan bagi kenaikan inflasi secara umum di New Zealand. Selain itu, data lain yang dirilis oleh New Zealand hari ini adalah data job advertising, yang menurun 3.2 persen bulan ke bulan pada bulan Januari dari 1.1 persen pada bulan Desember, demikian dilaporkan oleh ANZ.

Indeks Kepercayaan Konsumen New Zealand versi ANZ jeblok 1.4 persen ke angka 119.7 pada bulan Februari, dari angka 121.4 pada bulan sebelumnya. Penurunan data fundamental akan menimbulkan pertanyaan terhadap kesehatan perekonomian New Zealand. Ditambah lagi, data GDT atau perdagangan susu global juga dilaporkan merosot 2.8 persen Selasa kemarin.

z?s=NZDUSD=X&t=7d Inflasi Produsen New Zealand Loyo