in Berita Pasar by yeremia
Bulan lalu, BoJ diketahui menerapkan suku bunga negatif dalam kebijakan moneternya sebagai upaya untuk menaikkan level pinjaman bank-bank dan mendorong aktivitas ekonomi dan inflasi.

“Sejumlah argumen dan laporan mengatakan bahwa ada tautan antara basis moneter dan ekspektasi inflasi, namun tambahan basis moneter saja tidak akan serta merta mendorong ekpektasi harga atau inflasi,” ungkap Kuroda di hadapan Komite Finansial.

Pidato Kuroda mengindikasikan bahwa BoJ sedang berusaha mementahkan teori yang diungkapkan oleh Deputi Gubernur Kikuo Iwata yang sempat mengatakan bahwa apabila BoJ menaikkan stimulus moneter hingga 10 Triliun Yen, maka ekspektasi inflasi akan naik 0.1 persen poin.

“Mekanisme transmisi QQE adalah menurunkan suku bunga dan menstimulasi aktivitas ekonomi, seperti investasi modal dan belanja konsumen. Sebuah peningkatan dalam gap output akan membantu menaikkan inflasi,” tambah Kuroda merujuk pada pelonggaran kualitatif dan kuantitatif yang dirilis pada April 2013.

sf_145039_TM1456213831_kuroda_hruhiko Inflasi Jepang Jangka Panjang Akan Naik