idx5-0013 Indeks Unggulan Melambat, IHSG Tertahan di jalur Merah
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di awal pekan bergerak di teritori negatif. Pada perdagangan preopening, IHSG dibuka turun 16,241 poin (0,34%) ke 4.745,474. Sementara indeks unggulan LQ45 bergerak melemah 4,008 poin (0,49%) ke 813.017.

Pada awal perdagangan Senin (16/5), IHSG dibuka terkoreksi 17,018 poin (0,38%) ke 4.743,532. Sementara indeks LQ45 dibuka melemah 4,172 poin (0,51%) ke 812.898. Mengakhiri perdagangan Jumat (13/5), IHSG ditutup turun 41,607 poin (0,87%) ke 4.761,715. Sementara indeks LQ45 ditutup melemah 8,585 poin (1,04%) ke 817.025.

Sementara di pasar uang, dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS pagi ini dibuka naik ke Rp 13.336 dibandingkan posisi akhir pekan lalu di Rp 13.316.

Adapun kondisi bursa saham Asia pagi ini, antara lain: Indeks Nikkei 225 naik 185,01 poin (1,13%) ke 16.597,22, Indeks Hang Seng turun 203,06 poin (1,02%) ke 19.712,40, Indeks SSE Composite turun 8,75 poin (0,31%) ke 2.827,11, dan Indeks Straits Times turun 8,49 poin (0,31%) ke 2.728,43.

Seperti dikutip dari CNBC, pasar Asia dibuka mixed pada awal perdagangan hari ini, karena pedagang mencerna data ekonomi China yang dirilis pada akhir pekan kemarin.

Di Australia, Indeks ASX 200 naik 0,35% di tengah beberapa saham pertambangan berada di bawah tekanan. Saham Oz Minerals turun 0,9% sementara South32 turun 2,22%. Penambang besar yang sebagian besar positif, meskipun, dengan Fortescue naik 0,35%.

Selain itu, di Jepang, Indeks Nikkei N225 menguat 0,96%, sedangkan di Korea Selatan, Kospi turun 0,12%. Pasar Asia ditetapkan untuk awal yang sulit pekan ini. Data yang dirilis oleh Biro Nasional Statistik Cina menunjukkan investasi, produksi pabrik dan penjualan ritel semua tumbuh lebih lambat dari yang diharapkan pada April, dengan produksi pabrik pendingin tumbuh 6% pada April dibanding dengan ekspektasi pasar yang naik 6,5%.

Pada Senin pagi sebelum membuka pasar, Bank of Japan (BOJ) menunjukkan data indeks harga produsen Jepang untuk April turun 4,2%, dibanding dengan jajak pendapat Reuters yang memperkirakan turun 3,7%. Sektor saham dalam negeri tercatat variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah infrastruktur yang naik 0,44%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah aneka industri yang turun 0,97%.

Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) naik Rp100 menjadi Rp 1.380, PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) naik Rp 80 menjadi Rp 4.500, dan PT Matahari department Store Tbk (LPPF) naik Rp 50 menjadi Rp 19.075.

Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun Rp 1.650 menjadi Rp 97.300, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp575 menjadi Rp 70.650, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp 125 menjadi Rp 8.250.