in Berita Pasar by heri

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini melanjutkan penguatan. Membuka perdagangan, Selasa (16/2), IHSG dibuka naik 5,27 poin (0,11%) ke 4.745,99. Pada akhir perdagangan kemarin, Senin (15/2), IHSG naik 26,333 poin (0,56%) ke level 4.740,726. Sementara Indeks Unggulan LQ45 menguat 5,713 poin (0,69%) ke level 831,056. Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS pagi in dibuka di Rp 13.366, dibandingkan posisi kemarin di Rp 13.367.

Sedangkan kondisi bursa saham Asia pagi ini, antara lain: Indeks Nikkei 225 naik 45,08 poin (0,28%) ke 16.067,66, Indeks Hang Seng naik 175,53 poin (0,93%) ke 19.093,67, Indeks SSE Composite naik 42,95 poin (1,56%) ke 2.789,60, dan Indeks Straits Times turun 1,270 poin (0,51%) ke 2.606,63.

Selan itu, pasar saham yang dalam tren bullish diperkirakan mendorong IHSG menguat ke level 4.850 hingga akhir kuartal I-2016. Penguatan ini didukung data ekonomi dalam negeri yang hampir semuanya baik dan naiknya kembali harga minyak yang mengurangi kekhawatiran global. Neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2016 kembali surplus USD 50 juta, karena surplus sektor nonmigas mencapai USD 160 juta atau melebihi defisit sektor migas sebesar UD 110 juta.

Data neraca perdagangan Januari lalu juga dinilai positif sehingga ikut mendorong kenaikan IHSG di BEI, kemarin. Pada penutupan perdagangan saham Senin (15/2), IHSG menguat 26,33 poin atau 0,56% ke level 4.740,73, dengan asing mencatatkan net buy (pembelian bersih) Rp 146,4 miliar. Akumulasi pembelian bersih oleh asing dari Januari 2016 hingga kemarin bertambah menjadi Rp 1,66 triliun. Padahal, tahun lalu, asing mencatatkan net sell (penjualan bersih) Rp 22,58 triliun. Sementara itu, rupiah sedikit melemah 5 poin ke level 13.476 per dolar AS pada 15 Februari 2016 berdasarkan kurs tengah BI. Laju IHSG selanjutnya akan tergantung dari hasil rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Februari 2016.