in Berita Pasar by heri
bursa1-3-1200x1200 Indeks Unggulan Bergerak Positif, IHSG Lanjutkan Penguatan
Benzano – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan hari ini bergerak di zona hijau. Pada perdagangan preopening, IHSG dibuka naik 18,537 poin (0,39%) ke 4.784,044. Sementara indeks unggulan LQ45 dibuka naik 4,567 poin (0,55%) ke 840,092. Membuka perdagangan, Kamis (18/2), IHSG dibuka menguat 28,059 poin (0,59%) ke 4.793,566. Sementara indeks LQ45 dibuka menguat 7,503 poin (0,94%) ke 843,028.

Pada perdaganggan perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 20,503 poin (0,43%) ke 4.765,507. Sementara indeks LQ45 ditutup menguat 4,404 poin (0,53%) ke 835.525. Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS pagi ini dibuka di Rp 13.426, dibandingkan posisi sore kemarin di Rp 13.505. IHSG kemarin bergerak konsolidasi ditutup menguat terbatas 20,503 poin (0,43%) di 4.765,507. Perdagangan lebih didominasi saham-saham lapis dua terutama yang bergerak di sektor konsumsi, properti dan perdagangan ritel.

Sedangkan kondisi bursa saham Asia pagi ini, antara lain: Indeks Nikkei 225 naik 412,42 poin (2,60%) ke 16.265,28, Indeks Hang Seng naik 504,43 poin (2,67%) ke 19.429,00, Indeks SSE Composite naik 7,79 poin (0,27%) ke 2.876,28, dan Indeks Straits Times naik 38,86 poin (1,48%) ke 2.651,29.

Pelaku pasar saat ini tengah menanti hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang diperkirakan akan menurunkan BI Rate sebesar 25 bp dari posisi saat ini di 7,25%. Dari sentimen kawasan Asia, aksi beli tertahan menyusul melemahnya mata uang emerging market terhadap dolar AS termasuk nilai tukar rupiah yang melemah 0,84% di Rp 13.507. Pelemahan ini imbas dari langkah PBoC yang memangkas kembali kurs referensi yuan 0,16% kemarin. Sementara bursa saham global tadi malam melanjutkan tren penguatannya. Indeks Eurostoxx di kawasan Euro menguat 2,7% di 2.897,72. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing-masing menguat 1,6% dan 2,2% di 16.453,83 dan 1.926,82.

Penguatan berlangsung tiga hari perdagangan berturut-turut. Kenaikan harga minyak mentah tadi malam turut menopang sentimen positif pasar. Harga minyak mentah menguat 5,23% di USD 30,56/barel. Selain faktor harga minyak, pasar juga merespon positif data ekonomi AS yang keluar. Indeks PPI Januari 2016 di AS naik 0,1% (MoM) di atas perkiraan turun 0,2%. Aktivitas pabrikan di AS Januari lalu juga mengindikasikan pertumbuhan tercermin dari produksi industry Januari tumbuh 0,9% (MoM) di atas perkiraan tumbuh 0,3% (MoM).

Menyusul rendahnya risiko pasar saham global dan kawasan dan ditopang dengan kenaikan kembali harga minyak mentah, IHSG pada perdagangan hari ini berpeluang melanjutkan penguatannya. Dari domestic fokus pasar akan tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur BI (RDGB) yang diperkirakan akan memangkas kembali BI Rate 25 bp menjadi 7% untuk menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 4.740 hingga 4.820 berpeluang menguat.

IHSG berpeluang lanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini. Indeks kemungkinan bergerak pada kisaran 4.685-4.800. Pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin, indeks ditutup menguat 20,5 poin (0,43%) menjadi 4.765,51 dengan volume besar. Penguatan indeks ini didukung atas peningkatan aksi beli investor asing hingga Rp 570,31 miliar.

Adanya spekulasi ekonom dan investor terkait pemangkasan kembali suku bunga menjadi salah satu faktor penguatan sebagian besar bursa di Asia. Kemungkinan pemangkasan kembali suku bunga Bank Indonesia (BI) menjadi 7% pada rapat dewan gubernur BI hari ini ikut mendorong penguatan tersebut. Sementara itu, bursa Eropa berlawanan menguat saat investor menyambut laba perusahaan yang lebih baik dari perkiraan. Sentimen selanjutnya yang menjadi focus investor dari dalam negeri, yakni pengumuman pertumbuhan pinjaman, tingkat suku bunga.

Sebagai informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menghilangkan batas minimal harga saham yang diperdagangkan di bursa. Saat ini harga saham minimal di BEI adalah Rp 50 per saham. Direktur Transaksi dan Kepatuhan BEI Hamdi Hassyarbaini mengungkapkan, ada rencana bursa menghilangkan harga saham minimal. Apabila bursa menghilangkan harga minimal, maka harga saham emiten-emiten menjadi lebih real. Komite Ketua Umum Asosiasi Perantara Efek Indonesia (APEI) Wientoro Prasetyo mengatakan, dibukanya peraturan harga saham minimal dapat meningkatkan nilai transaksi harian. Menurut dia, saat ini banyak emiten yang harga sahamnya Rp 50.

Banyak investor yang melakukan transaksi saham-saham tersebut di pasar negosiasi. Dia menilai bahwa menghilangnya harga minimal membuat investor yang bertransaksi saham-saham itu di pasar negosiasi beralih ke pasar spot. Secara umum dia menganggap jika peraturan tersebut terealisasi tidak akan menjadi masalah, hanya saja peraturan tersebut dapat berpengaruh terhadap industri reksa dana. Hal itu terjadi karena ada beberapa produk reksa dana yang mengandung portofolio pada saham-saham harga Rp 50.