in Berita Pasar by yeremia
Pagi tadi, Jepang melaporkan data mengenai aktivitas manufakturnya yang mengalami perlambatan di kuartal pertama tahun ini akibat menyusutnya permintaan. Sektor pabrikan Jepang berekspansi dalam laju yang lebih lemah daripada antisipasi.

Indeks manufaktur Tankan BoJ menunjukkan penurunan dari angka 12 pada kuartal akhir 2015, menjadi hanya 6 pada kuartal pertama 2016. Meski demikian, indeks d atas 0 masih mengindikasikan ekspansi sedangkan di bawah nol berarti kontraksi dalam indeks Tankan.

Permintaan dari dalam dan luar Jepang sama-sama memburuk pada bulan Maret padahal level invetarisnya naik. Tekanan inflasi melonggar pada kuartal empat tahun 2015 lalu dengan harga input dan output yang juga jatuh bersamaan secara drastis.

Penjualan manufaktur diperkirakan turun 1.5 persen pada tahun finansial sekarang dan 0.6 persen pada tahun finansial 2016 secara keseluruhan. Ekspektasi profit untuk tahun 2015 direvisi menurun tajam hingga minus 3.5 persen.

Menurut ahli strategi dari Swissquote, Yann Quellen, sektor ekspor Jepang bertanggung jawab besar atas masalah pelemahan manufaktur ini dan kondisi ini akan berlanjut di tengah perlambatan global.

z?s=USDJPY=X&t=7d Indeks Tankan Kuartal Pertama Meleset Dari Ekspektasi