in Psikologi by yeremia
Memulai trading seperti sedang melakukan pertempuran. Anda akan bertempur habis-habisan demi memperoleh satu tujuan: profit. Tidak mungkin Anda akan rela jika musuh menguasai wilayah Anda dan mengambil rampasan. Anda tentunya akan membalas dan melindungi keuntungan yang sudah didapat. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Artikel ini akan membahas mengenai trading dari sisi pertempuran di medan laga. Bagaimana kisahnya, ikuti ulasannya.

Dalam sebuah pertempuran dibutuhkan sedikitnya strategi dan pengalaman. Ya, dua hal ini akan menjadi titik penentu dalam sebuah kemenangan. Kenapa hanya perlu dua hal saja? Karena kunci dari keberhasilan adalah bagaimana musuh bisa dikalahkan tanpa disuruh namun ia akan kalah tanpa disadari.

Punya strategi
Inti dari strategi adalah menyusun kekuatan dan perencanaan. Silakan ambil contoh pada game-game strategi seperti Crusader. Untuk bisa melawan musuh yang kuat, Anda tidak bisa mengerahkan seluruh pasukan untuk membumi hanguskan kerajaan. Namun melalui strategi yang terdiri dari kapan Anda harus menyerang (open position), dari mana penyerangan dimulai (buy or sell), lalu kapan harus menambah pasukan untuk membantu pertempuran (Average, Switch, atau Martingal).

Hal ini juga tidak berhenti di situ. Bagaimana jika Anda mengalami kekalahan? Anda tetap tidak bisa menambah pasukan jika musuh lebih kuat. Anda akan terpaksa mundur dan mempertahankan diri di belakang pertandingan (cut loss). Bila strategi yang Anda berikan tepat, maka akan lebih mudah menaklukkan daerah musuh (take profit).

Ada pengalaman
Percuma saja Anda membuat strategi tapi pengalaman di lapangan nol. Anda menyusun pertempuran tapi cara bertempur itu sendiri Anda tidak tahu. Sangat lucu jika Anda sedang ber-trading tapi tak tahu market itu seperti apa, indikator yang Anda gunakan memiliki kelemahan di mana, serta berapa persen kira-kira market masih kuat untuk meneruskan trend. Semua itu harus dipahami oleh trader. Jika Anda menginginkan pertempuran yang hebat, maka dibutuhkan latihan yang kuat. Jangan setengah-setengah dalam latihan. Jika guru Anda bilang latihlah demo selama 3 bulan. Maka berlatih bersungguh-sungguh selama 3 bulan itu. Jangan ada rasa pindah haluan ke riil bila di trading demo saja Anda masih sering gagal.

Dalam sebuah pertempuran, memang dibutuhkan sebuah pengalaman. Namun bila Anda betul-betul bertempur menggunakan pedang sungguhan, memukul orang sungguhan, sedangkan Anda belum pernah latihan, apa yang bisa dibayangkan? Tentu saja muka Anda babak belur dihabisi musuh.

Pengalaman ada karena adanya latihan, jika tidak ada pengalaman mengapa masih memaksakan untuk melakukan trading secara riil? Anda main game, bermain strategi perang, kalau kalah masih bisa diulangi lagi (demo). Jika Anda jadi tentara sungguhan dan ada perang, Anda disuruh maju dan kena tembak musuh. Apakah Anda tetap bisa mengulangi lagi (di dunia riil). Bila di game bisa load pertempuran sebelumnya dengan mudah, sedangkan di trading ini tidak ada perulangan sama sekali, loss ya loss, tidak bisa di-load lagi.

Kesimpulan
Sebagai seorang yang berprofesi menjadi trade, Anda akan selalu berkaitan dengan pengalaman dan strategi. Anda akan dituntut untuk menjadi ahli strategi dalam transaksi. Walaupun terkadang ada kesalahan dalam sebuah open position, namun itulah seninya yang membutuhkan pengalaman dalam proses transaksi.