in Berita Pasar by heri
asiaaj2 Hong Kong Kebanjiran Investor Tiongkok
Bursa saham Hong Kong menjadi pihak yang paling diuntungkan pasca terwujudnya koneksi dengan Shanghai Stock Exchange pada tahun lalu. Dalam rentang waktu 104 hari terakhir, tercatat uang investor asal China yang mengalir ke bursa Hong Kong mencapai 43,8 miliar yuan atau setara US$ 6,8 miliar. Hitungan Bloomberg, hingga pekan ini, dana investor China mendominasi aliran dana masuk ke bursa Hong Kong ketimbang dana perusahaan aset manajemen.

Investor China melarikan dananya ke bursa Hong Kong untuk mengantisipasi tren penguatan mata uang yuan. Alasan lain, valuasi saham di bursa Hong Kong lebih murah ketimbang bursa China. “Investor tidak lagi tertarik di aset domestik China sehingga memindahkan dananya ke pasar luar, termasuk Hong Kong,” ujar Tai Hui, Chief Asia Market Strategist JPMorgan Asset Management seperti dilansir Bloomberg kemaren.

Total dana investor China di bursa Hong Kong melalui Hong Kong-Shanghai Connect mencapai 133 miliar yuan. Angka ini melampaui dana investor asing yang membeli saham sebesar 126 miliar yuan in melalui jalur koneksi dua bursa saham tersebut. Hang Seng China AH Premium indeks menunjukkan, perusahaan China yang dual-listing di Hong Kong lebih mahal 39% ketimbang harganya di bursa China. Sejak 28 Oktober 2015 hingga 6 April 2016, duit investor China yang masuk ke bursa Hong Kong selalu menyentuh kuota harian 10,5 miliar yuan per hari.

Dalam tiga bulan terakhir, saham di Hong Kong yang paling menjadi buruan investor China yakni HSBC Holdings. Data Jefferies Group LLC menyebutkan, 10 saham lain yang sering dibeli merupakan perusahaan China, diantaranya Industrial & Commercial Bank of China dan Alibaba Pictures Group Ltd. “Jalur koneksi ini merupakan akses mudah bagi investor untuk membeli saham murah di luar China,” ujar Hao Hong, Chief China Strategist Bocom International Holdings Co.

Pelemahan yuan Mark Jolley, Equity Strategist CCB International Securities menilai, investor China memindahkan dana ke Hong Kong sebagai aksi lindung nilai (hedging). Pasalnya, penguatan yuan diperkirakan bakal mencapai 3,3% hingga akhir tahun ini. Ramalan Citigroup Inc, devaluasi yuan akan berlanjut hingga sebesar 7% di akhir 2017. Selama tahun lalu, pelemahan yuan telah terjadi sebesar 4,4%. Demi mendongkrak transaksi yuan, pemerintah China akan mengoneksikan bursa saham Shenzhen dengan bursa saham Hong Kong.