[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_image id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”https://www.ifx.web.id/wp-content/uploads/benarkah-ada-kandungan-minyak-bumi-di-jakarta.jpg” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][sdf_text_block id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]Harga minyak merosot pada penutupan sesi Selasa, terkena kegelisahan investor setelah ledakan mematikan di Brussels mendorong gairah terhadap aset safe haven.

Minyak mentah berjangka Brent turun 8 sen menjadi $ 41,46 per barel, setelah naik ke sesi tinggi $ 41,75. Brent telah naik lebih dari 50% dari posisi terendah 12 tahun yang pernah tersentuh pada bulan Januari. Minyak mentah berjangka AS untuk kontrak Mei turun 14 sen menjadi $ 41,38 per barel.

Minyak telah naik di awal sesi menyusul penurunan tingkat persediaan AS yang membantu mengurangi beberapa kekhawatiran tentang kelebihan pasokan yang bisa meredam pemulihan harga di masa mendatang.[/sdf_text_block][/sdf_col][/sdf_hero]

Kategori: Berita Pasar

Tinggalkan Balasan