in Berita Pasar by yeremia
Harga – harga minyak acuan menurun ke kisaran $45 per barel setelah para trader melepas posisi trading yang dipegangnya akibat munculnya data – data yang mengindikasikan naiknya persediaan minyak Amerika Serikat bersamaan dengan peningkatan produksi minyak OPEC. WTI untuk pengiriman bulan Juni menurun ke $44.88 per barel pada sesi sebelumnya dan pagi ini (5/3) diperdagangkan di sekitar $44.91, sedangkan Brent merosot hingga kisaran $46 per barel.

Data-data terkini menunjukkan adanya peningkatan persediaan dalam jumlah signifikan di pusat penyimpanan dan pengiriman minyak terbesar Cushing, Oklahoma. Sementara itu, laporan ekonomi terbaru yang lesu dinilai mengindikasikan kemungkinan permintaan akan komoditas energi bakal lebih rendah dari ekspektasi.

MarketWatch melaporkan bahwa para trader di Twitter kemarin mendiskusikan tentang data dari lembaga riset Genscape yang melaporkan adanya peningkatan persediaan minyak sebanyak lebih dari 800,000 barel di Cushing. Phil Flynn, analis pasar senior dari Price Futures Group, menengarai peningkatan tersebut adalah karena terjadinya banjir di beberapa bagian Texas.

Robbie Fraser, analis komoditas dari Schneider Electric, menyatakan bahwa angka yang disebutkan oleh Genscape cenderung cukup akurat karena mereka mengikuti aliran minyak secara aktual. Namun demikian, ia menilai bahwa pasar akan lebih mempedulikan data yang dirilis oleh American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Administration (EIA) karena lebih representatif dalam menggambarkan fundamental pasar secara keseluruhan. Angka dari Genscape bisa jadi cocok dengan angka dari EIA yang dirilis hari Rabu mendatang tentang persediaan minyak mentah di Cushing, namun menurutnya, “itu saja tidak akan memberitahu Anda apakah laporan (EIA) akan bullish atau bearish.”

Di sisi lain, indeks manufaktur AS versi ISM yang dirilis tadi malam tergelincir ke 50.8 dari 51.8, dan Indeks PMI Manufaktur China yang dipublikasikan akhir pekan lalu menurun ke 50.1 dari 50.2. Lemahnya indikator aktivitas pabrikan di kedua negara konsumen minyak terbesar dunia tersebut menimbulkan keraguan akan tercapainya ekspektasi peningkatan permintaan minyak tahun ini yang mampu menyusutkan surplus pasokan di pasar. Apalagi, produksi OPEC baru-baru ini dilaporkan melonjak balik ke rekor tinggi.

c_sf_095840_263901_harga-minyak-ilustrasi Harga Minyak Terjerembab Dijegal Rumor Naiknya Persediaan AS