Harga minyak ditutup naik sejengkal pada hari Senin di tengah suasana trading yang relatif sepi. Investor masih berfokus pada limpahan pasokan minyak yang masih membebani pasar hingga kini, disamping juga rumor seputar rencana kesepakatan pembatasan produksi.

Harga acuan minyak AS untuk pengiriman April naik ke atas $41 per barel di New York Mercantile Exchange. Tak seperti biasanya, kontrak untuk minyak AS tersebut terpantau diperdagangkan pada kisaran harga yang sama dengan acuan internasional Brent di Intercontinental Exchange pagi ini (22/3), yaitu di sekitar $41,47 per barel. Sepanjang hari Senin, pergerakan minyak nampak bimbang, namun akhirnya mantap menguat di akhir sesi, dan masih dipertahankan hingga Selasa pagi.

Dua kabar menopang kembalinya reli minyak yang sedang berlangsung.

Sekertaris Umum OPEC pada hari Senin mengatakan bahwa Iran bisa bergabung dengan negara-negara lainnya dalam kesepakatan pembatasan produksi di waktu mendatang (setelah negara-negara lain lebih dulu menjalankan). Negeri yang beribukota di Teheran tersebut sedang memompa produksi untuk meraih kembali level produksi lama-nya yang terkikis ketika dijatuhi sanksi internasional terkait nuklir, dan sempat menentang keras saran pembatasan produksi, sehingga menimbulkan pesimisme akan bisa tercapainya kesepakatan. Namun, pernyataan Sekertaris Umum OPEC menghembuskan angin segar menjelang rencana pertemuan negara-negara OPEC dan Non-OPEC di Doha pada 17 April.

Kabar berikutnya dari perusahaan riset swasta Genscape menyebutkan bahwa tumpukan stok minyak di pusat pengiriman Amerika Serikat di Cushing, Oklahoma, menurun sebanyak 570,574 barel ke 69.05 juta barel dalam waktu seminggu yang berakhir pada tanggal 18 Maret. Sebelumnya, inventori di Cushing telah melaju menuju 70 juta barel, sehingga sempat menimbulkan kekhawatiran kalau-kalau mereka sampai menyentuh batas kapasitas maksimum. Dalam situasi ini, kisi-kisi dari Genscope memberikan sedikit kelegaan bagi investor, tetapi data resmi persediaan minyak dari departemen energi AS yang bakal dirilis hari Rabu malam masih menjadi pusat perhatian.

c_sf_114632_260981_minyakas Harga Minyak AS Susul Brent, Nantikan Data Persediaan Rabu Malam