in Berita Pasar by yeremia
Harga minyak terus meningkat pada hari Senin (11/4), memperpanjang reli diatas level harga $40 yang terjadi sejak hari Jumat menyusul penurunan inventori minyak dan aktivitas pengeboran di Amerika Serikat. Di saat yang sama, para analis optimis permintaan minyak global dapat berakselerasi tahun ini dan meringankan luapan kelebihan pasokan yang telah membanjiri dunia sejak pertengahan 2014.

Harga minyak mentah AS berjangka diperdagangkan pada $40.14 per barel di awal sesi Asia, naik 1.1 persen dari harga penutupan sesi sebelumnya. Sementara harga acuan internasional Brent naik nyaris 0.8 persen ke $42.26 per barel.

Jumlah Sumur Minyak AS Susut
Data Baker Hughes pada hari Jumat melaporkan bahwa perusahaan-perusahaan migas di AS lagi-lagi mengurangi jumlah sumur pengeboran minyak mereka (oil rigs). Tercatat bahwa jumlah sumur minyak berkurang sebanyak 8 dalam sepekan yang berakhir tanggal 8 April, sehingga total sumur pengeboran tinggal 354.

Di sisi lain, harga minyak Brent ditopang oleh kabar terjadinya masalah produksi di North Sea dan Afrika Barat. Antisipasi pasar menjelang pertemuan negara-negara pengekspor minyak di Qatar tanggal 17 April mendatang juga ikut andil dalam meningkatkan optimisme, karena sebagian menilai masih ada harapan perwakilan dari OPEC dan Non-OPEC akan bisa mencapai kesepakatan untuk mengendalikan surplus.

Indikasi Meningkatnya Permintaan
Para analis yang diwawancarai Reuters mengatakan, dengan harga-harga acuan kembali reli mendekati puncak harga Maret (Brent $42.50 dan WTI $41.90), bisa jadi akan ada lebih banyak investor yang tertarik lagi pada minyak. Sebagaimana diungkapkan ANZ Bank, “Harga minyak mentah kembali ke atau mendekati puncak harga bulan Maret yang notabene merupakan titik resisten penting. Jika harga minyak bisa menembus ke atas level tersebut, sentimen investor terhadap komoditas ini akan mengalami peningkatan lebih lanjut.”

Di samping itu, International Energy Agency memperkirakan rerata pertumbuhan permintaan minyak global tahunan akan berada pada 1.3 persen dalam lima tahun ke depan, lebih tinggi dari 1.1 persen dalam satu dekade terakhir, walaupun terjadi perlambatan ekonomi di China, peningkatan efisiensi penggunaan bahan bakar, dan naiknya pamor kendaraan berenergi listrik serta meluasnya kebijakan ramah lingkungan. Sejalan dengan proyeksi pertumbuhan permintaan yang lebih kuat tersebut, pasar minyak diharapkan akan menyeimbangkan diri pada paruh kedua tahun 2016.

c_sf_100112_TM1460343667_ilustrasi-harga-minyak-23 Harga Minyak Melejit Berkat Menguatnya Estimasi Permintaan BBM