in Berita Pasar by yeremia
Harga minyak naik lagi di sesi trading Asia pada hari Senin ini (28/3) setelah ambruk sebelum libur tiga hari minggu lalu, tetapi volume perdagangan cenderung kecil karena banyak pasar yang masih tutup sehubungan dengan perayaan Paskah.

Pada hari Kamis pekan lalu sebelum libur Jumat Agung, minyak AS ditutup dengan harga menurun di bawah $39 per barel, sedangkan Brent sempat tersendat di kisaran $40 per barel. Namun pagi ini nampak ada sedikit perbaikan. Kontrak minyak mentah AS meningkat sekitar 30 sen ke $39.80 per barel, sementara harga kontrak acuan Brent merangkak naik 28 sen ke $40.72.

Harga minyak telah tertahan pada kisaran $39-41 selama beberapa waktu terakhir, sehubungan dengan kemungkinan penurunan output minyak dan kenaikan permintaan gasolin di Amerika Serikat, serta rencana para produsen minyak terkemuka untuk membekukan besaran output mereka pada level bulan Januari.

Dalam rangka mendiskusikan rencana tersebut, perwakilan dari negara-negara OPEC dan Non-OPEC akan berjumpa pada rapat di Doha tanggal 17 April mendatang. Namun setelah munculnya penolakan keras dari Iran dan Libya yang notabene dua dari 13 anggota OPEC, pasar makin meragukan kalau kesepakatan yang mampu menunjang harga minyak benar bisa dicapai atau tidak.

Pasar akan berada dalam ketegangan untuk beberapa pekan,” kata Victor Shum, analis senior migas di IHS Singapura, kepada Reuters. Lanjutnya, “Akan ada tekanan pada para partisipan rapat untuk memastikan mereka mencapai sesuatu (persetujuan). Jika tidak (ada persetujuan), maka ada risiko sentimen pasar yang mendukung (reli harga menguat) saat ini menghilang dengan cepat.”

Sementara itu, satu anggota OPEC lainnya, Irak, telah menyampaikan dukungannya bagi pembatasan output secara verbal dan melalui tindakan konkrit. Ekspor minyak Irak pada bulan Maret tercatat stagnan, meskipun sebelumnya terekam melaju tinggi dengan cepat.

c_sf_110024_262161_harga-minyak-0004 Harga Minyak Masih Terombang-Ambing Di Tengah Spekulasi Rapat 17 April