[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_image id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”https://www.ifx.web.id/wp-content/uploads/Oil-Rusia2.jpg” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][sdf_text_block id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]Minyak mentah berjangka merosot pada Selasa siang karena adanya peringatan mengenai persaingan produksi antara Arab Saudi dan Iran, yang mana hal tersebut menghapus kenaikan harga minyak sebelumnya karena melemahnya dolar AS.

Brent untuk kontrak bulan Mei diperdagangkan pada $ 44,37 per barel, turun 11 sen dari posisi terakhirnya. Minyak mentah berjangka AS turun 12 sen menjadi $ 42,52 per barel. Penurunan tersebut menghapus keuntungan sebelumnya dari melemahnya dolar AS dan adanya aliran investasi baru ke dalam minyak mentah berjangka.

Ada kemungkinan bahwa Arab Saudi telah menargetkan 500.000 barel per hari dalam penjualan baru untuk membawa produksi hingga setidaknya 11 juta barel per hari atau lebih tinggi. Sementara itu, Iran ingin mengembalikan level produksi mereka ke 4 juta barel per hari.[/sdf_text_block][/sdf_col][/sdf_hero]

Kategori: Berita Pasar

Tinggalkan Balasan