in Berita Pasar by yeremia
Harga emas hari Rabu pagi ini (13/4) turun tipis di sesi Asia saat akan dirilisnya data neraca perdagangan China. Saat ini harga emas XAU/USD diperdagangkan di kisaran level harga 1,254 dolar AS.

Pada Comex, New York Mercantile Exchange, emas untuk pengiriman bulan Juni menurun 0.12 persen menjadi 1,256 dolar As per troy ounce, sedangkan untuk perak futures untuk pengiriman bulan Mei diperdagangkan pada level harga 16.155 dolar AS per troy ounce, naik sebesar 1.12 persen. Bahkan harga tembaga futures mengalami kenaikan yang signifikan ke level harga 2.149 per pound, naik sebesar 2.80 persen.

Para analis memprediksi bahwa neraca perdagangan China di bulan Maret akan dilaporkan surplus sebesar 30.85 miliar dolar AS, relatif lebih sedikit daripada bulan Februari lalu yang sebesar 32.59 miliar dolar AS. Ekspor diperkirakan akan naik 2.5 persen YoY, sedangkan untuk impor diestimasi akan turun sebesar 10.2 persen.

Estimasi Pertumbuhan Ekonomi Global IMF
Selama hari Selasa kemarin, emas relatif stabil di level tinggi dan cenderung flat seiring dengan lemahnya dolar AS dan para investor juga berbondong-bondong mencari aset safe haven setelah IMF menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global mereka selama satu tahun ini. Sejak awal tahun 2016 ini, emas telah mengalami kenaikan lebih dari 18 persen dan merupakan kenaikan yang paling besar dalam beberapa
dekade.

Pada Hari Selasa kemarin, IMF menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi globalnya untuk tahun 2016 dalam Outlook Ekonomi Dunia yang terbaru (WEO) karena beberapa faktor seperti rendahnya harga minyak, perlambatan ekonomi yang berkelanjutan di China dan pasar lain yang juga ikut lemah. Akibatnya saat ini IMF memperkirakan ekonomi global hanya akan meningkat sebesar 3.2 persen di tahun 2016, menurun dari prediksi tiga bulan lalu yang sebesar 3.4 persen. Sementara itu, pada negara maju, IMF memperkirakan pertumbuhan sedang sebesar dua persen ditengah-tengah permintaan pasar yang lemah dan produktivitas rendah.

IMF Economic Counsellor dan Director of Research, Maurice Obstfeld mengatakan, pertumbuhan yang rendah berarti tidak ada tempat untuk melakukan kesalahan, apalagi pertumbuhan ekonomi yang lambat memiliki efek yang menakutkan seperti bisa mengurangi output yang berpotensi, permintaan pasar serta investasi.

Dia juga menekankan para pelaku pasar tidak bisa hanya bergantung pada kebijakan moneter saja tapi harus bisa mengimplementasikan kebijakan moneter dan kebijakan fiskal agar bisa mencapai target pertumbuhan yang diinginkan.Disaat situasi seperti perlambatan dan tidak stabilnya perekonomian tersebut, logam mulia emas akan terus dipandang oleh para investor sebagai aset safe haven.

c_sf_091649_262861_hargaemasturuntipis Harga Emas Turun Tipis Menanti Data Neraca Perdagangan China