in Berita Pasar by yeremia
Harga emas hari Kamis ini (14/04) terjungkal di tengah-tengah penguatan dolar dan seiring dengan rilis data perdagangan China yang mampu meredakan keprihatinan yang sudah berjalan lama mengenai perlambatan pertumbuhan dalam ekonomi terbesar kedua di dunia ini. Hal tersebut berimbas pada menurunnya minat akan emas sebagai aset safe haven. Saat ini harga emas XAU/USD diperdagangkan di kisaran level harga 1,233 dolar AS.

Pada Comex, New York Mercantile Exchange, sebelumnya harga emas futures untuk pengiriman bulan Juni diperdagangkan dalam kisaran harga antara 1,241 dan 1,258 dolar AS per ounce tapi saat ini sedang diperdagangkan pada level harga 1,248 dolar AS, mengalami penurunan sebesar 1.02 persen atau 12.8 dolar AS. Dengan penurunan yang cukup signifikan ini, emas memusnahkan kenaikan tertingginya dalam tiga minggu dalam sesi sebelumnya.

Logam mulia ini mulai turun sejak pemerintah Tiongkok melaporkan bahwa nilai ekspor naik sebesar 11.5 persen pada bulan Maret, mematahkan perkiraan akan kenaikan sebesar 2.5 persen. Data peningkatan tersebut membuat para investor yakin terhadap perekonomian China. Selain itu, data perdagangan China yang menguat juga memberikan dorongan pada dolar.

Masih Menanti Keputusan FOMC

Emas masih akan menunggu selama dua minggu ke depan untuk mengetahui keputusan kenaikan suku bunga oleh FOMC pada tanggal 27 April. Pada Selasa lalu, Presiden the Fed Dallas, Rob Kaplan mengatakan, FOMC sebaiknya menaikkan suku bunga jangka pendek pada bulan Juni jika ekonomi menunjukkan perbaikan. Sementara itu, John Williams, presiden the Fed San Fransisco menuturkan bahwa the Fed seharusnya menaikkan suku bunga dua atau tiga kenaikan lagi sebelum akhir tahun 2016 jika outlook ekonomi saat ini tetap tidak berubah.

Saat ini para investor juga masih menanti pidato Dewan Gubernur the Fed, Jerome Powell dan Presiden the Fed Atlanta, Dennis Lockhart yang dijadwalkan akan muncul di publik untuk memberikan pidatonya pada hari Kamis ini. Disamping itu, Presiden the Fed Chicago, Charles Evans juga akan berpidato di JP Morgan Investor Seminar Washington pada hari Jumat esok.

Setiap adanya kenaikan pada tingkat suku bunga akan menyebabkan harga emas menjadi bearish dan emas juga harus berjuang untuk bisa bersaing dengan aset berimbal balik dalam bentuk bunga.

c_sf_092613_262921_emasterjun Harga Emas Terjun Sejalan Dengan Kuatnya Data Perdagangan China