[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_text_block id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]Harga emas hari Rabu pagi ini (27/04) menanjak tipis bersamaan dengan para investor dan pelaku pasar yang masih setia menanti review bank sentral AS dan Jepang pada hari Kamis besok. Saat ini XAU/USD diperdagangkan pada kisaran level harga 1,245 dolar AS per troy ounce.

Sementara itu, pada Comex, New York Mercantile Exchange, emas untuk pengiriman bulan Juni naik ke level 1,244 per troy ounce, mengalami peningkatan harga sebesar 0.09 persen. Sedangkan harga perak futures untuk pengiriman bulan Mei naik sebesar 0.41 persen menjadi 17.180 dolar AS per troy ounce dan tembga futures sendiri diperdagangkan pada lavel harga 2.253 dolar AS per pound, mengalami penurunan sebesar 0.09 persen.

Selama perdagangan semalam, harga emas reli dan karena itu logam mulia ini sudah bisa menghapus semua penurunan yang terjadi pada hari Jumat minggu lalu ketika terjadi aksi jual besar-besaran dan membuat harga emas melorot lebih dari 1.6 persen.

Selama perdagangan bulan lalu, harga emas mengalami kenaikan 25 dolar AS per ounce, naik sekitar hampir 2 persen. Bukan itu saja, logam emas juga sudah naik sebesar 17 persen sejak awal tahun dan menjadi harga terkuatnya dalam beberapa dekade terakhir.

Disamping itu, emas pada perdagangan hari Selasa kemarin akhirnya menanjak dan ditutup dengan level harga tinggi karena beberapa investor merasa cemas terhadap keputusan tingkat suku bunga dan pernyataan anggota FOMC serta diikuti oleh kewaspadaan pada pernyataan anggota FOMC tersebut.

Perkiraan Hasil Rapat Anggota FOMC
Saat ini para investor sedang menunggu pernyataan FOMC dan keputusan akan tingkat suku bunga. Dalam dua rapat yang diadakan selama satu tahun 2016, the Fed memutuskan untuk tetap membiarkan tingkat suku bunga pada level antara 0.25 dan 0.50 persen. Seperti yang sudah diputuskan the FOMC pada bulan Maret lalu bahwa ada pemangkasan perkiraan kenaikan suku bunga dari empat menjadi hanya dua saja ditengah-tengah terjadinya perlambatan dalam pasar keuangan global.

Disamping itu, pada hari Selasa kemarin, sebagian besar investor tidak begitu menghiraukan sebuah survei dari CNBC yang dilakukan pada hari Kamis dan Jumat minggu lalu. Survei tersebut menunjukkan bahwa 48 ahli ekonomi Wall Street, dan analis lain memprediksi bahwa the Fed akan menunda waktu untuk kenaikan suku bunga dari sebelumnya direncanakan bulan Juni diundur menjadi bulan Agustus.[/sdf_text_block][sdf_image id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”http://www.seputarforex.com/sfmateri/c_sf_090424_263561_Emasnaiklagi.jpg” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][/sdf_col][/sdf_hero]