Logam mulia emas ini turun kembali pada hari Selasa ini (22/03) seiring dengan menguatnya dolar AS. Saat ini harga emas diperdagangkan pada level harga 1,242 dolar AS. Selain itu, beberapa trader juga sedang melakukan aksi take profit dalam masa trading yang slow karena pekan pendek dipotong liburan.

Harga emas pada awal minggu ini dibuka dengan harga yang cukup rendah seiring dengan menguatnya nilai dolar AS yang membebani harga emas. Sementara itu, beberapa investor memanfaatkan hal tersebut dan tentunya melakukan take profit dari reli yang mencengangkan dalam dua bulan pertama tahun ini.

Gara-gara Dolar Menguat
Pengiriman emas untuk bulan April juga hanya sebesar 0.8 persen selama sesi AS hari Senin kemarin. Emas diperdagangkan pada level harga yang rendah yaitu sebesar 1,242 dolar AS per ounce pada Comex di New York. Harga emas ini dinilai sangat rendah sekali jika dibandingkan dengan harga emas pada bulan Maret tanggal 11 lalu ketika pasar melihat stimulus baru dari ECB dan secara otomatis harga emas bisa mencapai
1,287 dolar AS.

Emas saat ini berada di bawah tekanan dari menguatnya dolar AS pada hari Senin kemarin seiring dengan indeks dolar, perhitungan virtual pada penguatan mata uang yaitu sebesar 0.15 persen, sampai dengan 95.226, mengalami peningkatan dari penurunan yang terjadi dalam 4.5 bulan terakhir. Penguatan dolar membuat harga emas menjadi lebih mahal terhadap mata uang lainnya.

Ditambah lagi, sektor komoditas juga terpukul karena beberapa investor masih melakukan take profit. Hal seperti itu muncul setelah beberapa lembaga keuangan penting dalam dunia keuangan termasuk JP Morgan, baru saja menyarankan kliennya untuk mengambil posisi sell pada saat rapat FOMC minggu lalu.

Lukman Otunaga selaku research analyst di FXTM mengatakan, ketakutan akan pertumbuhan ekonomi yang lambat dan pendekatan gagap yang dikembangkan oleh bank sentral, bisa terus menaikkan minat untuk investasi safe haven seperti emas.

Inflasi Naik
Beberapa orang sudah mulai mengetahui bahwa inflasi di AS sedang meningkat, khususnya setelah data bulan lalu menunjukkan bahwa indeks PCE yang diamati oleh the Fed ternyata meningkat sebesar 1.3 persen (YoY) dalam bulan Januari, level tertinggi sejak turunnya indeks tersebut tahun 2014.

Presiden the Fed di kota Richmond, Jeffrey Lacker, mengatakan pada hari Senin kepada Wbponline, dia masih percaya bahwa inflasi yang lemah akan mulai untuk bergerak naik secara signifikan secepatnya.

Emas sebagai hedging inflasi, juga cenderung meraup untung dari pertumbuhan harga-harga.

Ekuitas global memulai pada level yang lebih rendah pada masa trading di pekan pendek karena liburan paskah. Seorang trader di Singapura juga mengatakan pada Reuters, karena liburan paskah, pasar mungkin akan terkonsolidasi. Keseluruhan tren pasar terlihat melemah tetapi masih ada dukungan yang baik, jadi jika ada pergerakan, maka pergerakan tersebut hanya menguatkan posisi untuk minggu ini karena adanya liburan tersebut.

c_sf_101542_261991_GoldTurun Harga Emas Mendapat Tamparan Dari Menguatnya Dolar AS