in Berita Pasar by yeremia
Harga emas melunak untuk dua sesi berurutan pada hari Senin (22/2) setelah Dolar menanjak lebih tinggi. Namun demikian, logam mulia tersebut tetap bertahan diatas $1,200 per ons karena kewaspadaan di pasar finansial membuat para investor menyalurkan dana mereka ke bullion.

Spot gold telah jatuh ke $1,221.70 per ons saat berita ini ditulis, menyusul penurunan 0.3 persen pada sesi perdagangan terakhir hari Jumat. Padahal, awal bulan Februari harga Emas sempat melonjak ke harga tertinggi dalam setahun akibat gejolak di pasar saham dan keprihatinan yang meluas terkait perekonomian global.

Menurut Reuters, pelemahan harga emas kali ini disebabkan oleh aksi profit-taking dan mulai terkonsolidasinya pasar saham. Selain itu, terjadi penguatan dolar terhadap mata uang-mata uang mayor setelah muncul kekhawatiran akan berpisahnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit), dan penguatan Dolar tersebut berimbas negatif bagi Emas. Diketahui bahwa akhir pekan lalu, setelah beberapa lama mengulur-ulur, Inggris akhirnya mengumumkan akan menggelar referendum terkait masalah tersebut pada 23 Juni mendatang.

Dipercaya Investor
Seiring dengan berlanjutnya kemelut di berbagai bagian dunia, emas masih menjadi aset berperforma terbaik tahun ini dengan mencatat gain hingga 15%. Optimisme investor terhadap aset safe-haven tersebut dapat dilihat dari terus mengalirnya dana ke bullion.

SPDR Gold Trust, ETF berbasis emas terbesar Dunia, menyatakan bahwa investasi yang dipegangnya meningkat 2.71 persen pada hari Jumat, masukan harian tertinggi sejak Agustus 2011. Sedangkan laporan Commitment of Traders yang dirilis US CFTC pada hari Jumat juga mencatat posisi long pada options dan futures emas COMEX untuk pekan yang berakhir di 16 Februari telah naik mendekati level tertinggi empat bulan.

c_sf_102048_260530_hargaemasmelunak Harga Emas Melunak, Masih Bertahan Karena Kewaspadaan Investor