in Berita Pasar by heri
Emas Harga Emas Masih Tinggi
Perdagangan Emas melanjutkan kenaikan pada Senin (11/4) siang, seiring dari harga konsumen CPI Tiongkok mereda bulan lalu.

Divisi New York Merchantile Exchange, spot emas untuk pengiriman Juni naik 0,67% menjadi $1,251.10 troy ons. Harga CPI di bulan Maret di Tiongkok jatuh 0,4%, proyeksi pasar 0,3% dan secara tahunan berada di level 2,3%, kurang dari 2,5%, menurut data resmi yang dirilis hari ini.

Minggu ini, pelaku pasar akan berfokus kepada laporan PDB kuartal pertama Tiongkok Jumat mendatang. Seperti diketahui, bangsa Asia adalah konsumen tembaga terbesar di dunia, hampir 45% dari konsumsi dunia.

Pekan lalu, harga emas naik lebih tinggi dipicu dari pelemahan dolar AS secara luas karena skeptisisme atas kemampuan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga di tahun ini. Kepala Gubernur Federal Reserve Janet Yellen, dalam percakapan dengan mantan Ketua Fed pada hari Kamis kemarin, mengatakan ekonomi AS berada dalam waktu yang solid dan masih dalam jalur untuk menjamin kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Sementara itu, pada hari Jumat, New York Fed Presiden William Dudley memperingatkan bahwa bank sentral harus pendekatan lebih lanjut kenaikan tingkat hati-hati dan secara bertahap karena berlama-lama eksternal risiko ekonomi AS.

Harga logam kuning yang hampir naik 14% sejauh tahun ini dipicu dari pudarnya bahwa harapan bahwa Fed akan bergerak untuk menormalkan suku bunga karena ketakutan atas perlambatan ekonomi Tiongkok. Selain itu, pasar akan memperhatikan beberapa dari anggota FOMC berpidato guna menilai keseimbangan pendapat di antara para pembuat kebijakan dalam prospek kenaikan tingkat suku bunga US.

Pada perdagangan Comex lainnya, spot perak di bulan Juni naik 0.43% di level $15.450 troy ons, dan tembaga juga naik 0.43% di level $2.096 troy pound.