Belajar trading selalu terpaut dengan adanya alat bantu. Entah berupa indikator, script, EA, ataupun tool pendukung. Saat Anda melakukan analisis pasti akan membutuhkan bantuan. Sebut saja Anda memanfaatkan indikator A. Di saat terjadi gejolak market, indikator akan ikut bergerak bersama pergerakan harga yang terkadang tak menentu. Apakah trader harus mengikuti indikator? Ataukah mencari tool lain yang bisa membantu saat itu juga? Yuk, ikuti ulasan selanjutnya.

Perlu ditekankan tool hanyalah sebagai alat. Sama saja seperti melihat bintang di langit Anda akan membutuhkan tool berupa tangan sebagai penunjuk bintang yang dimaksud. Tetapi seringkali orang akan terfokus pada jari yang digunakan untuk menunjuk, bukan pada bintangnya. Jari hanyalah media supaya seseorang bisa melihat bintang. Bukannya mengagumi keindahan bintang, seseorang malah membuang-buang waktu memperhatikan jari yang digunakan untuk menunjuk tadi.

Sebagai Penuntun
Alat bantu yang Anda gunakan dalam trading bukanlah sebagai penentu keberhasilan berdagang di Forex market. Namun alat bantu seperti indikator, EA, script, maupun tool pendukung lain hanya sebagai penuntun Anda dalam menganalisis pasar.

Untuk membuktikan tool benar-benar sebagai alat bantu dan penuntun trader, coba Anda lihat senter. Ketika Bapak Anda sedang pergi keluar malam-malam, pasti akan membutuhkan alat yang bisa menerangi perjalanan. Tujuannya apa? Tentu saja supaya perjalanan tersebut aman, tahu arah tujuan, dan mengetahui di mana posisinya sekarang.

Tidak masalah alat apa saja yang dipakai. Boleh memakai senter, petromak, lampu neon, lampu sepeda motor, ataupun lampu-lampu kota. Anda bisa memanfaatkan sesuai keinginan. Yang penting adalah bisa berjalan dan mengetahui keadaan sekitar serta arah jalan.

Sama seperti trader, tidak perlulah mencari-cari indikator, EA, script, atau tool lain yang aneh-aneh. Sudahlah pakai saja fasilitas yang ada. Jika adanya cuma “senter kecil”, ya pakai saja senter itu, yang penting perjalanan di market chart hitam dibalut dengan candlestick warna hijau bisa diterangi dengan baik. Bukankah fungsinya begitu, alat bantu (indikator) hanya sebagai penuntun trader di dalam gelap gulitanya market.

Sebagai Indikasi
Jika ada banjir seperti di Ibukota Jakarta, jauh-jauh hari sudah merencanakan ingin diapakan banjir yang bakal melanda Ibukota. Indikasi adanya banjir sudah diantisipasi oleh pemerintah kota. Hal itu tidak luput dari alat bantu yang memprediksi keadaan cuaca, menyediakan alat penyedot, hingga mengantisipasi dengan pembenahan tanggul-tanggul yang jebol.

Sama ketika sedang melihat awan di langit. Saat ini sering terlihat awan hitam.
Apakah tandanya jika muncul awan hitam dimusim penghujan? Tentu saja akan turun hujan.
Itu sudah bisa dipastikan bahwa sebentar lagi bakal lebat. Benar atau tidaknya kita sudah mengantisipasi supaya baju yang masih dijemur cepat-cepat di ambil supaya tidak kehujanan, atau kasur yang baru saja ditaruh depan rumah cepat-cepat diamankan.

Nah, begitu juga dengan market, jika sudah waktu turun dan muncul sinyal turun, itu artinya memang sewajarnya sinyal tersebut benar. Karena memang sudah “musim”nya turun. Jika saatnya trend naik kok ada sinyal turun? Inilah yang harus diantisipasi oleh trader, supaya “jemuran: transaksinya tetap aman. Bukankah begitu ceritanya? Hehe…

Kesimpulan
Menggunakan alat bantu saat trading memang diperlukan. Manfaatkanlah indikator yang sudah diberikan. Selain sebagai petunjuk, tool juga mampu memberi indikasi tentang keadaan market. Tetapi perlu diingat, berhasil atau tidaknya trader bukan ditentukan dari bagus buruknya alat bantu yang digunakan, namun kemampuan trader melihat petunjuk dan indikasi yang diberikan oleh alat bantunya terhadap market.

sf115358_1 Gunakan Alat Saat Trading