in Berita Pasar by yeremia
Sedangkan, USD/JPY sudah mencapai level 109.349, beringsut menjauh dari level rendahnya tersebut. Di awal sesi tadi, USD/JPY diperdagangkan di kisaran 109.32 sampai ke 109.615.

Yen sedikit terbenam karena meningkatnya sentimen minat risiko dengan data ekonomi China akhir-akhir ini mulai menunjukkan meredanya perlambatan ekonomi di negara tersebut. Salah satunya adalah data GDP Tiongkok untuk kuartal pertama tahun ini yang memang masih terbilang lambat, namun sudah sesuai dengan perkiraan.

Para importir Jepang membeli Dolar AS pada hari ini, para pelaku pasar mengatakan bahwa hal itu dilakukan karena Jumat ini adalah tanggal yang disebut dengan “gotobi-date”, yang pengertiannya, tanggal kelipatan lima dimana biasanya akan menjadi tanggal yang sibuk bagi perusahaan-perusahaan di Jepang.

Pada tanggal 5, 10, 15,20,25, dan 30 setiap perusahaan akan melakukan auditing maupun pengumpulan uang, sehingga menurut Masashi Murata, ahli mata uang di Brown Brothers Harriman di Tokyo, tak heran jika Dolar AS sedikit menguat.

Abaikan CPI AS
Dolar AS mengabaikan data inflasi AS yang diumumkan malam tadi dimana menambah kemungkinan bagi The Fed untuk tambah waspada dalam menaikkan suku bunganya. CPI AS naik kurang dari ekspektasi pada bulan Maret ini, menandai lambatnya inflasi.

Sementara Pounds Sterling tampak flat di angka 1.4151 per Dolar AS, di atas level rendah malam tadi. Sedangkan USD/CAD diperdagangkan pada angka 1.2816 pada hari Jumat ini, menghimpun kemunduran sebanyak 8% sejak awal tahun ini.

united-states-inflation-cpi@2x Gotobi-Date Di Jepang