in Berita Pasar by yeremia
Setelah membuat kinerja luar biasa minggu lalu, Emas terkoreksi ke posisi USD1207, atau jatuh lebih dari 2 persen, salah satunya karena rebound di saham dan profit taking dari investor Cina setelah Tahun Baru Imlek. Minggu lalu Emas sempat naik ke level tertinggi pada kisaran USD1262 karena gejolak di pasar saham global memicu permintaan safe-haven. Namun minggu ini saham Asia rebound lima sesi berturut-turut setelah juga terjadi rebound di AS dan saham Eropa di sesi sebelumnya, sementara saham Shanghai hanya turun sedikit setelah liburan selama seminggu.

Emas berjangka AS turun sebanyak 2.2 persen ke kisaran USD1212. “Emas jatuh karena rebound terjadi dalam ekuitas dan penjualan di Cina,” kata seorang pedagang yang berbasis di Sydney. “Ada beberapa profit taking, namun volume belum besar.”

SPDR Gold Trust, turun 0.71 persen menjadi 710.95 ton pada hari Jumat, menyusul kenaikan tajam harga. Sementara itu, Investor Barat telah lebih bullish dengan Emas. Kenaikan tajam pekan lalu memacu hasrat membeli koin emas AS karena investor kecil dan besar bertaruh bahwa volatilitas mata uang dan kekuatiran ekonomi global akan mengangkat nilai Emas lebih tinggi lagi. “Jika pasar keuangan terus stabil, pergerakan harga Emas kemungkinan akan naik…” demikian kata analis HSBC.

Pada grafik H4 di bawah ini dapat dilihat salah satu kemungkinan hitungan Elliott Wave yang dapat membantu anda mengambil keputusan trading hari ini.

sf_071538_260169_1 GOLD Terkoreksi Pada Kisaran USD1207