in Tehnikal by yeremia
Emas masih terbukti cukup tangguh menghadapi rebound saham minggu lalu dan tampaknya pasar mempunyai keraguan yang cukup besar atas kebijakan lanjutan FED terkait kenaikan suku bunga berikutnya, sebagaimana tampak pada komentar dan spekulasi yang berkembang.

“Kemampuan Bank-bank sentral untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi telah berhenti berkembang.” – Bridgewater Ray Dalio. Sementara itu Bank of America Merrill Lynch berkomentar bahwa “Dalam pandangan kami, tidak efektifnya [kebijakan bunga negatif] bisa disebabkan karena pasar menafsirkannya sebagai kelelahan pengambil kebijakan ketika pasar membutuhkan semakin banyak akomodasi untuk mencapai hasil tertentu.”

Emas sempat mencapai level tertinggi di kisaran USD 1260 per ounce pekan lalu karena gejolak di pasar keuangan yang lebih luas; dan turunnya harapan bahwa FED akan kembali menaikkan suku bunga tahun ini memicu minat membeli Emas sebagai penyimpan nilai. Kepemilikan ETF Emas terbesar dunia, Saham SPDR Emas, sempat naik 0.38 persen menjadi 713.63 ton pada hari Kamis minggu lalu. Keyakinan bahwa FED mungkin tidak menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan berikutnya pada bulan Maret di tengah memuncaknya kekuatiran tentang stabilitas pasar global dan inflasi rendah, telah mendorong sikap bullish diantara para pembeli Emas.

Pada grafik H4 di bawah ini dapat dilihat salah satu kemungkinan hitungan Elliott Wave yang dapat membantu anda mengambil keputusan trading hari ini.

sf_084159_260425_1 GOLD Konsolidasi Pada Kisaran 1224