[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_text_block id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]Menjelang pertemuan Bank of Japan dan merespons komentar Menteri Aso dan Gubernur BoJ Kuroda, USD/JPY sempat anjlok ke kisaran 110.83. Namun demikian saat ini pergerakan sedang dalam bullish count pada kisaran 111.02.

Berdasarkan rencana stimulus BoJ saat ini, bank sentral akan membeli sekitar 3 Triliun Yen di ETF setiap tahun. Beberapa investor masih percaya bank sentral mungkin memilih untuk terus mengambil kebijakan yang stabil karena menilai dampak dari kebijakan suku bunga negatif yang sudah berjalan sejak 29 Januari. Sebuah laporan semi-tahunan pada sistem perbankan negara yang dikeluarkan pada hari Jumat pekan lalu oleh bank sentral mengatakan bahwa kebijakan tersebut menyebabkan beberapa gangguan dalam aliran dana dan akan “merugikan” lembaga keuangan saat ini.

Merespons sentimen yang sedang terjadi, Perdana Menteri Shinzo Abe memerintahkan pemerintahnya pada hari Minggu lalu untuk mengkompilasi paket anggaran ekstra guna membiayai rekonstruksi dari gempa bumi baru-baru ini yang melanda Kumamoto di barat daya Jepang, dengan tujuan agar segra dapat diberlakukan pada 1 Juni.

Pada grafik H4 di bawah ini dapat dilihat salah satu kemungkinan hitungan Elliott Wave yang dapat membantu anda mengambil keputusan trading hari ini.
[/sdf_text_block][sdf_image id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”http://www.seputarforex.com/sfmateri/sf_074127_263441_1.png” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][/sdf_col][/sdf_hero]