[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_text_block id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]Pimpinang European Central Bank (ECB), Mario Draghi, mengumumkan sepaket pelonggaran moneter pada Kamis malam (10/3) dengan memangkas suku bunga dan memperluas skala pembelian obligasi, tetapi nyaris seketika menggagalkan dampak stimulus tersebut dengan menyatakan tidak akan melakukan pemotongan suku bunga lebih lanjut. Komentar tersebut pun mengirim Euro melejit terhadap Dolar AS, meski awalnya sempat ambruk.

Dewan Gubernur ECB yang beranggotakan 25 orang berapat di Frankfurt kemarin untuk memutuskan langkah-langkah guna menanggulangi ancaman deflasi. Dalam kesempatan tersebut diputuskan untuk memangkas suku bunga deposit overnight bank-bank di bank sentral sebanyak 10 basis poin ke -0.4 persen, dan menurunkan suku bunga acuan ke 0 persen. Skala pembelian obligasi pun, sesuai dengan ekspektasi, ditingkatkan ke 80 milyar Euro per bulan dari 60 milyar Euro. Dalam klausa program stimulus pun, kini bukan hanya obligasi pemerintah yang akan aktif dibeli ECB, melainkan juga diperluas ke obligasi korporasi. Selain itu, program pinjaman jangka panjang baru untuk bank-bank akan dimulai pada bulan Juni.

“Dewan Gubernur mengharapkan tingkat suku bunga acuan tetap pada level saat ini atau lebih rendah untuk periode waktu yang lama dan jauh melampaui batas waktu pembelian aset netto yang ditetapkan sebelumnya,” ungkap Draghi dalam pengumuman pasca rapat. Namun, ia melanjutkan, “Kami tidak mengantisipasi perlunya penurunan suku bunga lebih lanjut.”

Euro pun seketika membalikkan keadaan setelah pernyataan tersebut dilontarkan, meskipun sebelumnya anjlok karena rangkaian stimulus yang diberikan secara keseluruhan melebihi ekspektasi pasar. EUR/USD melonjak 0.6 persen ke 1.10, padahal awalnya jatuh 1.6 persen ke 1.08. Saat berita ini ditulis, pair yang paling banyak diperdagangkan di Dunia ini berada di sekitar 1.1180. Pair-pair cross Euro lainnya pun tak luput dari goncangan. EUR/GBP yang awalnya beredar di 0.77, ambruk ke 0.76 lalu meloncat seketika ke 0.78. Sementara EUR/JPY lepas landas dari 123.80an ke 126.60an.

Sejumlah catatan lain dari pengumuman Mario Draghi mengulas sekilas tentang kondisi ekonomi Zona Euro berdasarkan pengamatan ECB:

Suku bunga akan tetap berada pada level saat ini atau lebih rendah untuk masa yang lebih lama.
Outlook pertumbuhan telah direvisi lebih rendah, merefleksikan pelemahan prospek ekonomi global
Ekspektasi GDP 2016 direvisi turun dari 1.7% ke 1.4%.
Ekspektasi GDP 2017 direvisi turun dari 1.9% ke 1.7%.
Forecast inflasi tahun 2016 dipangkas dari 1% ke 0.1%.
Inflasi diperkirakan akan mencapai 1.3% pada 2017 dan rerata 1.6% pada 2018.[/sdf_text_block][sdf_image id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”http://www.seputarforex.com/sfmateri/sf_080541_TM1457658336_mario-draghi.jpg” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][/sdf_col][/sdf_hero]