in Berita Pasar by yeremia
Sterling terpantau turun pada hari Rabu Kemarin dan penurunan tersebut masih berlanjut pada Kamis sore ini (14/04), membuat pair GBP/USD diperdagangkan pada level 1.4111 per dolar AS. Penurunan Poundsterling hingga 0.45 persen ini merupakan penurunan yang signifikan, seiring dengan ketakutan akan Brexit yang muncul kembali dan meruntuhkan pound. Volatilitas bisa jadi akan timbul pada perdagangan sesi AS nanti.

Menurut polling suara Brexit terbaru oleh Yougov, golongan yang tolak Brexit dan pro Brexit keduanya berada di level yang sama, yaitu pada 39 persen, sementara sebanyak 22 persen warga Inggris lain masih belum memutuskan pada waktu diadakannya polling tersebut. Hasil polling ini tentu saja berdampak pada pergerakan pound pada sore ini, bahkan IMF telah memperingatkan pada hari Selasa lalu, bahwa keluarnya Inggris dari EU bisa menyebabkan kerugian yang parah terhadap ekonomi Eropa dan global.

Menunggu Hasil Meeting Bank of England (BoE)
Para investor saat ini juga sedang menunggu hasil keputusan meeting BoE pada pukul 18:00 WIB petang nanti. Bank Sentral Inggris tersebut diperkirakan akan tetap mempertahankan tingkat suku bunganya di level rendah 0.5 persen dan QE juga diperkirakan tetap sebesar 375 miliar poundsterling.

Notulen meeting BoE kemungkinan akan menunjukkan bahwa kesembilan anggota pembuat kebijakan BoE memberikan suara untuk tidak merubah tingkat suku bunga di Inggris dan tetap pada level 0.5 persen. Analis pasar CMC Markets UK mengatakan pada WBPOnline, notulen rapat BoE dinilai tetap dovish karena mengingat perlambatan ekonomi yang masih terjadi jelang referendum Brexit pada bulan Juni mendatang, meskipun adanya rilis data inflasi Inggris yang meningkat pada bulan Maret lalu.

sf_153122_262951_Pounsterling GBP/USD: Sterling Turun Lagi Jelang Rilis Notulen BoE